Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Tips Aman Berkendara

leave a comment »

Penulis hendak mencoba menggabungkan antara apa yang penulis pernah baca, pernah alami serta dirangkum dalam halanan ini agar kita dapat berkendara secara aman.

Jika ada kesalahan atau kekurangan, maka halaman ini dapat diperbaharui sesuai perkembangan terakhir.

Apa saja yang kita perlu perhatikan agar aman berkendara di jalan raya:

1. Cek kondisi kendaraan anda sebelum berpergian, minimal lakukan :
– cek tekanan angin pada ban
– cek jumlah oli mesin, transmisi matic
– cek ketinggian / kecukupan air radiator
– cek kondisi aki dan air aki
– cek kecukupan minyak rem
– cek kecukupan minyak kopling (pada kendaraan dengan kopling hidrolis)
– cek kecukupan minyak power steering anda
– perhatikan apakah ada kebocoran yang tidak biasa pada bagian bawah kendaraan
– cek apakah fungsi klakson, lampu, lampu sen, lampu mundur, lampu kabut, lampu hazard
berfungsi baik
– cek apakah fungsi rem kendaraan normal
– cek kelaikan kondisi ban
– cek fungsi wiper
– jangan mengangkut melebihi batas maksimum daya angkut kendaraan
batas daya angkut maksimum dapat dilihat dari selisih berat kotor vs berat bersih
kendaraan yang ada pada buku pemilik kendaraan / owners manual
– hindari penggunaan jenis dan merk ban yang berbeda pada kendaraan
– keluarkan barang barang yang tidak perlu dari kendaraan
– jangan menaruh benda benda pada dashboard kendaraan agar tidak mengganggu konsentrasi
berkendara.
– jangan menaruh benda yang dapat berpindah lokasi pada bawah bangku kemudi,
pada saat terjadi keadaan darurat dapat saja benda tersebut menghalangi fungsi
pedal kendaraan
– perhatikan serta waspada jika ada suara suara yang tidak normal datang dari arah
mesin atau bawah kendaraan
– atur posisi duduk yang sesuai kondisi tubuh anda (jarak kursi, ketinggian kursi,
posisi sandaran kursi, posisi head rest, ketinggian kemudi / setir)
– atur posisi kaca spion agar bisa memantau kondisi sekeliling secara maksimal
– pakai sabuk pengaman untuk seluruh penumpang dan pengemudi

2. Saat di jalan raya;
– perhatikan rambu rambu lalu lintas serta ikuti dengan baik
– jangan terpancing oleh emosi dan ego pengendara lain
– gunakan lajur yang sesuai kecepatan kendaraan anda
– jalankan kendaraan dengan kecepatan sesuai kecepatan rata rata kendaraan di sekitar
anda dan jangan melebihi batas maksimum yang diperbolehkan
– berikan tanda belok / lampu sen dengan jarak yang cukup sebelum berbelok arah
– jangan melakukan pengereman mendadak dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan
– saat ada dalam kondisi darurat jangan panik, tepikan kendaraan pada daerah yang
cukup aman
– simpan no telephone penting pada HP anda seperti pengelola jalan tol, bengkel yang
biasa anda kunjungi, kepolisian, mobil derek, rumah sakit, asuransi sesuai keperluan
– perhatikan titik berat kendaraan dan sesuaikan dengan cara berkendara
– perhatikan kendaraan jauh di depan agar kita bisa melakukan antisipasi dalam keadaan
darurat
– pada saat pengereman mendadak, jika bisa arahkan kendaraan anda ke lokasi yang lebih
aman dan selalu melihat sepintas keadaan di samping serta belakang melalui spion
agar bisa melakukan antisipasi atas lalu lintas dari belakang
– jika terjadi kecelakaan, segera hubungi kantor kepolisian / aparat pemerintah terdekat
– jika ada yang terluka, maka prioritaskan untuk menolong korban dari yang terparah
– jika ada banjir menghadang, jangan pernah menerobos ketinggian air jika belum yakin
bahwa ketinggian air ada di bawah saluran udara masuk dan jangan melewatinya dengan
kecepatan tinggi melainkan cukup secara konstan
– setelah melewati genangan air, cek fungsi rem kendaraan. jalankan kendaraan secara
perlahan sampai fungsi pengereman kembali normal.
– pada saat hujan, kurangi kecepatan kendaraan agar dapat mengurangi gejala Aquaplanning
– jangan nyalakan lampu hazard pada saat hujan melainkan cukup menyalakan lampu
kendaraan
– saat menghadapi kontur jalan yang tidak rata, kurangi kecepatan kendaraan
– saat melewati daerah yang asing, perhatikan tanda tanda lingkungan agar dapat kembali
jika ternyata salah jalan
– perhatikan dan cari asal sumber bau yang tidak biasa saat berkendara
– selalu persiapkan kotak obat serta alat pemadam kebakaran ringan di kendaraan
– siapkan alat pemecah kaca dan pemotong seat belt pada lokasi yang mudah dijangkau
untuk kondisi darurat
– saat terjadi kecelakaan beruntun, jangan keluar dari kendaraan sampai kondisi aman
untuk menghindari diri kita tertabrak oleh kendaraan lain saat kondisi lalu lintas
cukup kacau / tidak terkendali
– jika melihat kecelakaan di jalan dan sudah ada petugas yang mengamankan / membantu,
jangan fokuskan perhatian anda pada kecelakaan tersebut tetapi fokuskan pada kondisi
lalu lintas yang kita sedang hadapi
– istirahat yang cukup sebelum berkendara
– istirahat selama 10 sampai 15 setiap 2 jam mengemudi (terutama untuk jarak jauh)
– perhatikan tata tertib dalam mendahului kendaraan lain. (baca detailnya di halaman
“Automotive – Tata Tertib Mendahului Di Jalan Raya”)
– parkir kendaraan di lokasi aman, pastikan bahwa posisi gigi sudah netral, rem parkir
sudah terpasang dengan baik
– jangan pernah beristirahat / tidur didalam mobil dengan kaca tertutup dan mesin
kendaraan hidup. Jika terpaksa, maka buka kaca sedikit di setiap pintu agar terjadi
sirkulasi udara.
– lebih hati hati pada kondisi jalan menurun, ingat terjadi perubahan pada titik bobot
kendaraan, distribusi berat kendaraan, jarak pengereman yang lebih jauh.
– jangan melakukan pengereman saat ban kendaraan pecah :
1. cukup lepas gas dan biarkan kecepatan kendaraan berkurang secara alami
2. tahan gerakan setir dan koreksi arahnya secara perlahan sesuai lintasan
3. naikan kecepatan 10 km/jam sesaat untuk kendaraan tinggi
– pada saat kendaraan oleng di tikungan, jangan lakukan pengereman mendadak melainkan
cukup lepas gas, biarkan kecepatan berkurang secara alami, jangan lakukan gerakan
mendadak tetapi sesuaikan dengan kondisi kendaraan
– jangan melakukan pengereman mendadak di tikungan, kurangi kecepatan sebelum memasuki
tikungan
– semakin tinggi kecepatan kendaraan, maka tingkat kestabilan kendaraan semakin
berkurang dan tingkat sensitifitas kendaraan semakin tinggi
– resiko pecah ban saat ban mengalami kurangnya tekanan angin akan lebih besar
dibandingkan jika tekanan angin sedikit diatas batas maksimum yang dianjurkan

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber :
Berbagai sumber
Pengalaman pribadi

Written by Joseph Setiawan

September 15, 2011 at 12:10 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: