Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Shockbreaker

leave a comment »

Sokbreker bertugas untuk meredam ayunan bodi mobil, ketika melaju di atas kontur jalan bergelombang. Semakin tinggi jarak tempuh kendaraan, kinerja komponen ini pun akan berangsur menurun. Untuk menghindari kerusakan fatal, jangan pernah sepelekan gejala abnormal.

Seperti pengalaman Dendy yang sering wara-wiri Jakarta-Bandung dengan Daihatsu Taruna kesayangannya ini. “Sokbreker terasa seperti mentok dan bunyi jedug saat melewati jalan bergelombang, padahal kecepatan mobil enggak lebih dari 40 km/jam,” ungkap mahasiswa fakultas hukum Universitas Parahyangan, Bandung ini.

Menurut Feri Rahman, spesialis sokbreker di daerah Joglo, Jakbar, kondisi yang dialami Dendy tadi akibat klep oli di dalam tabung sudah rusak (Gbr.1). “Solusinya bisa pakai sokbreker copotan yang layak buat direkondisi, atau sekalian ganti baru untuk pemakaian jangka panjang,” saran pemilik gerai Feri Creatif Shock (FCS) ini.

Sebenarnya deteksi awal bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan fatal. Seperti ayunan suspensi yang berlebihan, sehingga membuat bodi mobil terasa mengayun tiap kali melewati gundukan. Ini pertanda kalau sokbreker sudah mati, lantaran kemampuan untuk menahan pantulan balik sudah hilang.

Rekondisi bisa dilakukan dengan jalan menguras oli lama yang sudah encer, kemudian menggantinya pakai oli baru yang lebih kental (Gbr.2). “Setelah itu baru disetting kemampuan rebound-nya. Untuk tipe gas, saya pakai nitrogen dengan tekanan antara 30-37 bar, karena lebih stabil buat menjaga suhu oli di dalamnya,” urai Feri.

Mendeteksi terjadinya kebocoran pada sil oli sokbreker, bisa diamati dari bodi tabung. Kalau terdapat bekas lelehan oli di bagian luar tabung, pertanda sil mesti cepat diganti (Gbr.3).

Untuk ongkos servis sokbreker sekitar Rp 200-400 ribuan/pasang (tipe oli), dan untuk tipe gas dihargai Rp 250-600 ribu/pasang. Sementara harga barunya, misal buat Toyota Avanza, sokbreker depan dibanderol Rp 850 ribu/pasang dan Rp 500 ribu/pasang untuk belakang.

Contoh lain untuk Daihatsu Xenia dan Kijang Innova, depan Rp 700 ribu/pasang dan belakang Rp 500 ribu/pasang. Sedangkan sokbreker baru buat sedan dan hatchback, dibanderol Rp 1 jutaan/pasang buat depan dan belakang Rp 600 ribu-1 jutaan/pasang.

Cara termudah untuk mengetahui kerja sokbreker yang telah aus, dengan melibas polisi tidur. Perhatikan anggukan mobil setelah melewati gundukan itu. Jika mobil mengayun lebih dari dua kali, berarti sokbreker Anda bermasalah. Selain itu, coba perhatikan tapak ban.

Sokbreker yang bermasalah akan menyebabkan permukaan tapak ban terkikis tidak merata atau bergelombang searah putaran roda. Terakhir, teliti kondisi fisik peredam sokbreker. “Kalau ada rembesan oli, pasti harus diganti,” sahut Eka Septiawan, service manager PT. Astra Daihatsu Motor di kawasan Pondok Gede, Bekasi.

Sumber :
mobil.otomotifnet.com
Senin, 19 September 2011
Penulis : Anton | Teks Editor : Bagja | Foto : Anton

Selasa, 04 Oktober 2011 15:03 WIB
Penulis : Aries Aditya, Pratomo FJ | Teks Editor : Bagja | Foto : Rusli Ifan

Written by Joseph Setiawan

October 4, 2011 at 7:29 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: