Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Lain Lain – Parenting

leave a comment »

Halaman ini didedikasikan untuk berbagi tips mengenai “Parenting” dan akan terus di up date.
Tips ini dikumpulkan dari berbagai sumber yang diharapkan bisa membantu kita menjadi orang tua yang lebih baik dari hari ke hari.

3. Istri Yang Hebat, Ancaman atau Berkat Bagi Pernikahan?
Oleh: Gunawan Sri Haryono | 05 October 2011

Kasus I

Erni mengeluh tentang tingkahlaku buruk suaminya. Pernikahan mereka sudah berlangsung lebih dari 20 tahun, dan selama itu suaminya telah berulang kali selingkuh, di antaranya dengan 5 pembantu mereka, teman kerja, dan bahkan dengan pelacur. Suami Erni, Anto, tidak ikut serta dalam mengasuh dan mendidik anak-anak. Bahkan ketika anak-anak sakit, Anto tidak menampakkan kesungguhan untuk mengambil tanggung jawab.
Dan yang juga sangat menyedihkan Erni adalah bahwa selama pernikahan mereka dia tidak pernah mengalami kepuasan dalam hubungan suami isteri.

Mengapa Erni bisa mengalami keadaan demikian ?
Dasar pernikahan yang rapuh.
Erni menikah dengan Anto karena kecelakaan. Suatu waktu Erni putus dengan pacarnya. Hatinya sangat sedih. Dalam keadaan demikian datanglah Anto menemami. Nampaknya kehadiran Anto cukup menolong Erni melupakan kesedihannya. Dan entah bagaimana itu membuat Erni terlena sehingga mereka melakukan hubungan badan yang mengakibatkan Erni hamil.
Kehamilan itu membuat Erni harus menikah dengan Anto.

Ketidakseimbangan.
Pernikahan yang dijalani ternyata segera menghadapi masalah. Erni harus berjuang untuk mencintai Anto, namun ketika usaha itu sedang dilakukan banyak hal terjadi. Pertama, sejak awal pernikahan itu ada orang-orang mengatakan bahwa mereka berdua seperti pasangan “The beauty and The Beast “. Memang Erni sangat cantik, sedang Anto tidak ganteng. Suara itu didengar oleh Erni dan Anto. Dan Erni pun menyadari bahwa suaminya tidak ganteng, bukan seperti pria yang dulu menjadi pacarnya. Kedua, masalah penghasilan. Pada awal pernikahan Erni tidak bekerja, sebab suaminya karyawan BUMN dengan gaji yang cukup. Akan tetapi untuk mengisii kekosongan dan menambah penghasilan Erni berwiraswasta sebagai kontraktor. Ternyata pekerjaan Erni sangat berhasil. Erni memiliki penghasilan lebih besar dari Anto. Ketiga, Erni nampak lebih cerdas dan sigap. Dalam urusan keluarga dan rumah Erni mengambil peran lebih banyak, karena dia memang lebih punya banyak ide dan lebih cepat bertindak. Demikian juga dalam relasi social, Erni lebih menonjol dari suaminya. Orang lebih suka berhubungan dengan Erni.

Runtuhnya harga diri
Anto menyadari bahwa sesungguhnya Erni tidak mencintainya. Karena itu sejak awal pernikahan mereka , Anto memiliki rasa bersalah. Ketika Anto mendengar komentar orang-orang bahwa mereka adalah seperti pasangan “The beauty and the beast” rasa bersalah bertambah dengan perasaan tidak pantas, perasaan rendah diri. Setiap kali berjalan bersama Erni, hatinya sangat gelisah.
Perasaan rendah diri Anto semakin bertambah besar pada saat Erni mendapatkan penghasilan lebih besar dari dirinya.

Perasaan rendah diri membuat Anto sulit melakukan hubungan suami isteri. Akibatnya Erni tidak mengalami kepuasan. Ketidakpuasan Erni ini kadang-kadang dinyatakan . Dan itu tentu saja membuat Anto makin merasa terpukul.
Akibat dari ketidakpuasan hubungan suami isteri itu, Erni sering marah dan tidak jarang juga mengungkapkan ketidakpuasan dalam hal-hal lainnya. Menghadapi sikap Erni itu Anto tidak melawan dengan perkataan . Anto lebih banyak diam, sebab memang dalam segala hal dia merasa kalah.
Namun Anto mulai mencari pemenuhan kepuasan dengan cara lain. Anto mulai mencoba mendekati pembantunya, dan ternyata ia mendapat tanggpan. Ketika Erni tahu perselingkuhan Anto itu , ia meminta pembantu itu pergi. Namun kemudian Anto mengulangi dengan pembantu yang baru. Bahkan sampai terjadi dengan 5 pembantu. Anto melakukan perselingkuhan juga dengan wanita-wanita lain. Ia mencari wanita-wanita yang lebih rendah kedudukannya dari dia, dan diantaranya juga pelacur.
Menambahkan tindakan perselingkuhannya, Anto sering minum-minum minuman keras dengan teman-temannya.
Erni sangat marah dengan semua yang Anto lakukan.Ia menganggap perbuatan Anto sudah keterlaluan , karena itu ia sering mengungkapkan kemarahan dengan kata-kata yang kasar dan merendahkan.
Erni menganggap tidak ada satupun yang baik dalam diri Anto. Sangat sulit baginya untuk memiliki penghargaan sedikitpun.

Erni tidak menyadari bahwa persoalan itu semua adalah runtuhnya harga diri Anto. Kehebatan Erni telah membuat Anto menjadi terpuruk dan tidak mampu berperan sebagai ayah dan suami yang baik.Pernyataan-pernyataan Erni dan sikap Erni sehari-hari semakin menghancurkan harga dirinya. Sebagai pelarian Anto mencari kepuasan dengan wanita-wanita yang berada di bawahnya dan dengan minum-minum. Ketika dia berselingkuh dengan pembantu atau wanita-wanita yang lebih rendah kedudukannya, dia merasa berharga dan puas. Respon Erni terhadap perselingkuhannya tidak menyembuhkannya, tetapi semakin membuatnya tidak punya harga di depan Erni.

Kasus II

Ani memiliki kebutuhan untuk dikuatkan tentang perjuangannya membangun pernikahannya. Pernikahan Ani telah mendekati tahun ke 20. Ani sedang berjuang untuk membuat suaminya tampil dan memimpin. Selama bertahun-tahun suami yang memiliki gelar profesi sama dengannya tidak mau bekerja, hanya membantu ala kadarnya. Tejo, suami Ani, juga tidak terlibat dalam pendidikan anak-anaknya. Hari-hari diisi dengan bermain game dan berkumpul dengan teman-temannya. Emosi Tejo mudah sekali meledak. Apabila ada yang tidak berkenan, Tejo bisa marah dengan membentak-bentak, bahkan di depan umum.
Namun secara umum dalam pergaulan sosial Tejo akan terlihat sebagai suami yang penuh tanggung jawab dan Ani benar-benar sebagai pendamping. Dalam penggunaan uang, Tejo juga langsung mengambil di laci meja Ani. Tidak ada laporan berapa dan untuk apa uang itu.
Ani pernah mengalami frigiditas sebagai akibat sikap suaminya itu, padahal dalam hubungan suami isteri Tejo relatif punya kebutuhan tinggi.
Ani selama ini berjuang untuk membuat rumah tangganya harmonis. Sekalipun dengan tertekan , dia berusaha bekerja keras sehingga usahanya maju. Dia juga berjuang untuk mendidik anak-anak dengan nilai-nilai hidup yang bailk. Ani juga berusaha mengasihi Tejo dan mencoba terus menghormatnya dengan sebisa-bisanya melibatkan dalam setiap keputusan. Ani memberikan pelayanan sehari-hari dan pelayanan suami isteri semampu mungkin, sekalipun hatinya sakit.
Beberapa waktu yang lalu Ani sangat terluka karena di tengah usahanya yang keras untuk mengasihi Tejo, Tejo melakukan perselingkuhan.
Hati ini hancur , namun dia tetap ingin membangun keluarganya dan menolong suaminya.

Bagaimana kehidupan rumah tangga Ani ?

Dasar pernikahan yang rapuh.
Seperti Erni, dasar rumah tangga Ani juga tidak kokoh. Ani dan Tejo adalah teman se angkatan. Mereka sering bersama. Ani seorang wanita yang cantik, menjadi bunga kampus. Tejo sekalipun tidak luar biasa, namun juga tidak jelek.Selama kuliah mereka putus sambung dalam berpacaran. Tejo sangat ingin menikah dengan Ani, namun Ani selalu ragu-ragu sebab Tejo merokok dan senang dugem. Ani juga takut sebab Tejo berasal dari keluarga kaya, sedang dirinya berasal dari keluarga biasa. Namun akhirnyaAni menikah, karena Tejo terus mendekati dia setelah mereka lulus, sekalipun dalam hati Ani tetap masih diselimuti keraguan.

Ketidakseimbangan
Tejo berasal dari keluarga kaya yang serba mengatur dan tidak melatih. Masa remaja Tejo hanya diisi dengan bermain dengan teman-temannya. Tidak ada komunikasi yang intim dengan orang tua. Orang tua biasa bicara dengan berteriak.
Masa lalu seperti itu membuat Tejo tidak siap untuk bertanggung jawab sebagai suami dan ayah. Karena itu setelah menikah, Tejo hanya bisa bermain-main dan berteriak. Hal ini sangat berbeda dengan Ani yang berasal dari keluarga biasa dan pekerja keras. Jadi begitu menikah Ani bekerja keras dan dari dialah pemasukan keluarga di dapat. Ani juga mengambil tanggung jawab untuk mengurus rumah dan mendidik anak.
Berbeda dengan kasus Erni – Anto, di luar rumah, Tejo menampakkan diri sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab. Pergaulannya mantap dan sering menunjukkan diri sebagai orang yang kaya yang murah hati. Dan Ani menempatkan diri sebagai istri yang mendampingi suami. Dia berusaha menjaga diri untuk tidak menonjol.

Perjuangan mengangkat harga diri
Pada tahun-tahun awal pernikahan Ani merasakan beban yang sangat berat. Apalagi pada waktu anak-anaknya lahir berturut-turut dalam jarak satu tahun. Ani harus membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan mengasuh anak-anaknya. Beban yang berat dan sikap hidup Tejo yang tidak mengambil tanggung jawab dan mudah marah, membuat Ani mengalami frigiditas. Saat-saat berhubungan merupakan saat yang menyiksa.
Sekalipun demikian Ani tidak membiarkan dirinya terpuruk dan hatinya diliputi luka. Ani terus belajar mengasihi suami dan ia terus bekerja keras membangun usaha. Jerih lelahnya berhasil, usahanya maju pesat. Sementara usahanya untuk mengasihi Tejo belum membuat Tejo berubah. Namun peribahan malah terjadi dalam dirinya, kasihnya kepada Tejo tumbuh makin besar. Dan ternyata tanpa ia ketahui ia dimampukan untuk menikmati hubungan seksual

Keberhasilan Ani membangun jiwanya , mendidik anak-anak, membangun usaha, serta mengasihi suami sebenarnya membuat hati Tejo merasa rendah diri. Namun Tejo seakan tidak mampu keluar dari keadaan dirinya. Wujud dari keredahan diri itu adalah semakin tenggelam dalam game dan emosi yang mudah meledak, sementara itu di luar rumah menampakkan diri sebagai orang yang baik.
Ani menyadari akan hal itu, maka Ani berjuang untuk meletakkan Tejo sebagai pemimpin. Setiap kali mengambil keputusan Ani meminta persetujuan Tejo. Sementara di dalam kehidupan sehari-hari Ani melayani Tejo dengan segenap hati dan tetap menjadikan Tejo sebagai kepala keluarga. Ani terus berusaha supaya Tejo memiliki harga diri yang besar dan kemudian mampu berperan dengan baik.

Namun sementara melakukan perjuangan itu, Ani mendapat pukulan yang berat. Tejo melakukan perselingkuhan. Hati Ani teriris dan merasa semua yang dia lakukan tidak berguna. Selama beberapa waktu Ani tenggelam dalam kesedihan dan kebingungan. Namun kemudian Ani tertolong dan kembali bangkit. Dia memutuskan untuk terus mengasihi suaminya dan terus berjuang membangun keluarganya.
Ani menemani suaminya untuk menyadari kesalahannya dan memperbaiki hidupnya.
Lebih dari itu Ani juga menemani suaminya untuk percaya bahwa dia bisa bekerja.

Jerih lelah Ani mulai menampakkan hasil. Tejo mulai berani merintis usaha. Sekalipun tetap Ani yang berperan, akan tetapi usaha ini dikerjakan oleh Tejo. Selain itu kebiasaan Tejo yang meledak-ledak mulai berkurang.

Ani kadang-kadang lelah menjalani hidupnya, dia membutuhkan dorongan. Namun tekadnya untuk membuat pernikahannya menjadi makin baik tidak padam. Berharap akan segera terwujud.

KESIMPULAN
Memiliki istri yang hebat seringkali menjadi keinginan pria. Namun seorang wanita yang hebat belum tentu cocok untuk setiap pria. Ada wanita hebat yang baru bisa hidup dengan pria hebat juga. Jika pria tidak hebat maka wanita tersebut akan terluka dan akan menghacurkan pria tersebut. Ada wanita hebat yang jiwanya juga hebat. Dia akan berjuang supaya pernikahan makin baik, bahkan ketika sang pria tidak melakukan tanggung jawab.
Memilih istri yang hebat benar-benar harus melihat lengkap kehebatanya dalam hal apa saja.
Wanita tentu juga ingin menjadi istri yang hebat. Namun perlu dikembangkan pemikiran bahwa istri yang hebat bukan hanya fisik, kemampuan mengatur rumah tangga, ataupun mencari penghasilan, namun juga menempatkan diri secara tepat. Kehebatan juga ditunjukkan dengan mendukung suami ketika suami tidak berada pada perannya. Kesalahan dalam cara pandang akan membuat rumah tangga berantakan, dan akhirnya merugikan wanita itu sendiri.

2. 5 area yang harus perhatikan dalam membesarkan anak kita:
1. Mengajarkan anak2 tentang arti disiplin.
2. Membiasakan mereka untuk mengucapkan “Terima Kasih”.
3. Mengajarkan mereka untuk selalu mengucapkan kata “Tolong” saat meminta sesuatu.
4. Mengajarkan mereka untuk sopan.
5. Mengajarkan mereka untuk percaya diri.

Fase2 dalam mendidik anak:
• 0-5 tahun – fase Disiplin: Pada fase ini penting bagi orangtua untuk dengan tegas dan jelas memberitahukan pada anak mana yang BOLEH dan mana yang TIDAK BOLEH.
• 6-12 tahun – fase Training: Orangtua harus lebih banyak memberikan contoh.
• 13-18 tahun – fase Coaching: Pada fase ini penting bagi orangtua untuk menjadi mentor dan sekaligus pembimbing bagi anak-anaknya.
• 19 tahun keatas – fase Friendship: Pada fase ini penting bagi orangtua untuk hadir menjadi seorang sahabat bagi anak-anaknya.

Note:
Jangan memutarbalikkan fase-fase di atas, contohnya fase Friendship dilakukan pada waktu anak2 masih kecil, hal ini akan menimbulkan rasa tidak hormat anak kepada orangtua.

Sebaliknya jangan terlalu dini mengirim anak ke luar negeri karena kita akan kehilangan fase Coaching.

Caranya:
1. Bawakan Perintah Agama & Larangan2nya dengan jelas.
2. Ajak anak berdoa bersama.
3. Berikan contoh (teladan) tindakan yang baik pada anak lebih banyak kelakuan sehari2 dulu daripada lewat kata-kata.
4. Beri anak pujian jika ia berbuat baik. Anak butuh dorongan 2x lipat dibanding teguran.
5. Gunakan hati dan tangan kita untuk berdoa bagi anak2 kita….

Semoga bermanfaat…….

1. Hasil ceramah dr psikolog Bp. Puji Hartono,S.Psi), yaitu ada 11 Pertanyaan Tak Terucap Dari Anak :
– Cintailah aku sepenuh hatimu
– Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku..
– Cobalah megerti aku dan cara belajarku..
– Jangan marahi aku di depan orang banyak..
– Jangan bandingkan aku dengan kakak dan adikku..
– Bapak Ibu lupa, aku adalah fotocopymu..
– Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku sbg anak kecil..
– Biarkan aku mencoba, lalu beritahu bila aku salah..
– Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku..
– Jangan ungkit2 kesalahanku
– Aku adalah LADANG PAHALA BAGIMU..
Semoga bermanfaat yaa..

Written by Joseph Setiawan

September 14, 2011 at 12:20 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: