Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Fiat Ducato bak rata (flatbed) = Gen Daihatsu Grand Max?

leave a comment »

Melihat penampilannya, sosok yang mirip dengan Fiat Ducato ini adalah Daihatsu Gran Max. Terutama wajah depannya. Ya,… inilah wajah terbaru dari kendaraan komersial dari Fiat yang paling laris, yaitu Ducato 2012.

Namun yang pasti, Fiat Ducato tidak punya hubungan “darah” dengan Daihatsu Gran Max. Ukurannya berbeda. Panjang mobil dalam format van – tersedia dua pilihan – yaitu 4.805 mm dan 5.135 mm. Gran Max hanya 4.405 mm. Fiat Ducato ini juga lebih tua, 30 tahun dan versi yang terakhir adalah generasi kelima.

Kembarannya ada di Prancis, yaitu dari kelompok PSA Peugeot-Citroën. Jadi, di Eropa kendaraan ini hadir dengan 3 merek atau kembar tiga. Masing-masing, Peugeot memberi label Expert dan Citroën Jumper Combi. Karena dipasarkan dengan tiga merek, pabriknya di Val di Sangro, antara Atessa dan Paglieta, Provinsi Chieti, Italia, diklaim sebagai perakitan kendaraan komersial terbesar di Eropa.

Pilihan Mesin
Bila dibandingkan dengan sosok sebelumnya atau generasi keempat tidak berbeda jauh. Perubahan mencolok justru paa interior. Kini tampil lebih modern dan gaya. Kelengkapannya juga makin banyak, antara lain onboard refrigerator, aksen krom dan navigasi Tom Tom dengan menu Blue&Me dari Microsoft.

Untuk menggerakkan kendaraan ini, Fiat menyediakan dua pilihan mesin diesel yang berbeda kapasitasnya, yaitu 2,3 dan 3,0 liter. Sedangkan tenaga, tersedia empat pilihan, yaitu 110 , 130, 148 dan 177PS. Teknologi khas dari mesin diesel Fiat ini adalah MultiJet II dengan emisi gas buang sudah mencapai standar Euro5.

Tersedia delapan kapasitas van dari 8 sampai 17 meter kubik. Menurut Fiat, kenadraan bukan hanya tidak hanya untuk aplikasi van, juga bisa dijadikan motorhome atau truk dengan bak rata (flatbed).

Kinerja Mesin
Mesin 2,3 liter ditawarkan dengan pilihan tenaga 110 PS atau 10 persen lebih besar dari sebelumnya. Sedangkan torsinya naik 20 persen menjadi 300 Nm. Servis interval juga lama, 40.000 km sampai 50.000 km.

Pilihan tenaga lain, 130 PS dan torsi 320 Nm @1.800rpm. Sedangkan untuk 148 PS torsinya 350 Nm @1.500 rpm. Versi yang lebih “hot” atau mesin 3,0liter, tenaganya 177 PS @3.500 rpm dan torsi 400 Nm @1.400 – 1.700 rpm

Ingin lebih irit lagi. Khsusu varian dengan mesin 2,3 liter ditawarkan dengan fitur Start&Stop yang bisa menurunkan konsumsi bahan bakar 15 persen. Khususnya bila digunakan di dalam kota yang macet!

Sumber :
Aris F. Harvenda, Zulkifli BJ | Zulkifli BJ
Rabu, 19 Oktober 2011
KOMPAS.com

Written by Joseph Setiawan

October 21, 2011 at 5:09 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: