Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Lain Lain – Cara Mencegah Generasi Sakit

leave a comment »

Saat ini imunisasi atau vaksin baru dilakukan pada bayi yang baru lahir atau di bawah satu tahun. Padahal, menurut Ketua Kelompok Kerja Hepatitis Virus, Profesor Ali Sulaiman, masih jutaan balita belum pernah mendapat vaksinasi hepatitis. »Seharusnya vaksin ini juga dilakukan pada balita diatas satu tahun,”kata Ali.

Ahli penyakit hati di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta itu juga menyarankan vaksinasi hepatitis itu seharusnya dilakukan pada anak-anak yang belum pernah diimunisasi pada usia 1-5 tahun. Bisa pula dilakukan pada anak usia 5-12 tahun, 12-18 tahun.»Ini bagi yang sama sekali belum diimunisasi,”ujar Ali.

Perluasan vaksinasi ini, menurut Profesor Ali, sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah yang menggratiskan imunisasi bayi yang baru lahir di rumah sakit pemerintah dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). »Ini sebagai langkah besar pemerintah,”katanya, tentang pembentukan sub direktorat khusus diare dan hepatitis di Kementrian Kesehatan.

Selain vaksin, Ali juga mengharapkan pemerintah mulai melakukan surveilen dan skrining penderita hepatitis di masyarakat. Skrining dinilai cukup efektif untuk mengurangi dan mencegah penyakit ini. »Kalau sudah tertangkap yang sakit bisa diobati, yang tidak sakit bisa divaksin atau dicegah,” ujarnya.

Tetapi Profesor Ali masih belum meyakini pemerintah siap menghadapi hasil skrining ini. »Nah, jika sudah didapat hasilnya ini, mau diapakan? Sepertinya masih susah,” ujarnya sangsi.

Menurut Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan, HM Subuh, pemerintah berencana terus memperluas jangkauan program vaksinasi hepatitis ini. »Tapi masih fokus ke balita, kami harapkan kerja sama dengan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi,”ujarnya.

Vaksin yang biasa diberikan dalam imunisasi untuk membantu melindungi tubuh anak terhadap kuman yang berpotensi mengancam nyawanya. Inilah antara lain 9 jenis vaksin tersebut :

Vaksin Hepatitis B

Vaksin bayi atau vaksin anak hepatitis B ini melindungi anak dari virus hepatitis B yang dapat menginfeksi hati. Bayi harus mendapatkan vaksin ini setelah lahir, lalu umur 1 sampai 2 bulan dan ketiga pada umur 6 sampai 18 bulan. Vaksin ini juga dapat diberikan kepada bayi selama proses persalinan jika ibu terbukti terinfeksi.
Efek : rasa sakit di lokasi suntikan atau demam ringan.

Vaksin DTaP

Vaksin yang memberikan perlindungan terjadap anak terhadap berbahaya berjenis difteri-kuman yang dapat membentuk selaput abu-abu atau hitam di tenggorokan, tetanus-infeksi yang dapat menyebabkan kejang otot sebegitu kuatnya hingga bisa mematahkan tulang, dan pertusis-penyakit menular yang menyebabkan penyakit parah, batuk tak terkendali (rejan).
Diberikan ; 5 kali, Usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 15 sampai 18 bulan, dan 4 sampai 6 tahun. Penguat atau di booster pada usia 11 atau 12 dan kemudian setiap 10 tahun sekali.

Vaksin Virus Cacar Air

Ruam berair, berbekas dan terasa semakin gatal ketika digaruk ini merupakan penyakit cacar air. Cacar air disebabkan oleh virus varicella, yang biasanya terjadi pada manusia di segala umur. Varicella merupakan virus yang aktif, karena bisa menular ke orang lain setelah adanya kontak langsung dengan penderita. Virus ini bahkan banyak mengakibatkan kematian. Beberapa orang yang sudah pernah divaksin pun juga masih bisa terserang sebagai akibat ketidakmampuan tubuh untuk mendapatkan kekebalan dari vaksin yang sudah pernah masuk dalam tubuh itu.
Diberikan: 2 kali, usia 12 sampai 15 bulan dan antara 4 hingga 6 tahun.
Efek : rasa sakit di lokasi suntikan, demam, ruam ringan.

Vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib)/ Vaksin Meningitis

Haemophilus influenza tipe b adalah bakteri yang menyebabkan meningitis. Meningitis merupakan peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang sangat berbahaya untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun.
Diberikan 2 kali, usia 2, 4, 6, dan 12 sampai 15 bulan.
Efek : demam, bengkak, kemerahan di lokasi suntikan.

Vaksin Polio (IPV)

Polio adalah berita buruk, dan dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian. Diberikan 2 kali ; di usia 2 bulan, 4 bulan, antara 6 sampai 18 bulan, dan antara 4 dan 6 tahun.

Vaksin pneumococcal conjugate (PCV)

Vaksin ini, dikenal sebagai PCV13, melindungi terhadap 13 jenis Streptococcus pneumoniae, yang merupakan bakteri yang dapat menyebabkan segala macam kekacauan, termasuk meningitis, pneumonia, infeksi telinga, infeksi darah, dan bahkan kematian. Pemberian vaksin untuk melindungi anak-anak terhadap kuman yang dikenal secara kolektif sebagai bakteri pneumokokus.
Diiberikan 4 kali, usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 12-15 bulan.
Efek : mengantuk, bengkak di tempat suntikan, demam ringan, dan mudah tersinggung.

Vaksin Influenza (flu)

Vaksin yang bertujuan untuk memberikan kekebalan bagi tubuh terhadap serangan virus influenza. Kebanyakan dari vaksin ini diberikan pada negara-negara dengan empat musim, tepatnya pada musim gugur. Karena influenza merupakan penyakit umum yang menyerang, maka pemberiaannya dilakukan terhadap anak umur 6 bulan atau lebih. Anak yang alergi telur tak harus diberikan vaksin ini.
Efek : demam, nyeri serta kemerahan atau bengkak di tempat suntikan.

Vaksin Rotavirus (RV)

Rotavirus merupakan virus penyebab penyakit diare serta muntah-muntah bagi anak-anak. Untuk mencegah kemungkinan terburuknya, anak biasanya diberikan vaksin Rotavirus untuk melindungi dan melawan virus Rotavirus.
Diberikan secara oral karena berbentuk cairan, usia anak usia 2 dan 4 bulan.
Efek : muntah, diare ringan setelah proses vaksinasi.

Jum’at, 16 September 2011 |
Mencegah Generasi Sakit
9 Vaksin Anak yang Melindungi Tubuh
TEMPO Interaktif
DIAN YULIASTUTI
TEMPO Interaktif

Written by Joseph Setiawan

September 17, 2011 at 12:17 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: