Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Serba Serbi Oli 2 – Memilih Jenis Oli

with one comment

Sering kita dibingungkan saat memilih pelumas mesin dengan SAE yang tepat untuk mesin mobil kita, dimana di pasaran tersedia berbagai ragam jenis oli mesin dengan tingkat kekentalan yang berbeda-beda.

Dalam pemilihan tingkat kekentalan pelumas mesin maka kita dapat kembali melihat rekomendasi yang tertera pada buku manual mobil kita.

Perlu dicatat bahwa jika mobil digunakan pada suatu daerah dengan suhu sekitar sampai dengan 38 derajat celcius seperti halnya iklim di Jakarta, Surabaya, Semarang, dll. Setiap mesin mobil memiliki batas toleransi kekentalan terendah pelumas yang berbeda-beda.

Di bawah ini adalah contoh-contohnya :
Kita anggap ini adalah dari buku manual mobil A.
Pada mesin mobil A ini kekentalan terendah diijinkan hingga SAE 0W-30 sekalipun mobil digunakan di kota dengan suhu sekitar sampai dengan 40 derajat Celcius.

Dan ini adalah dari buku manual mobil B.
Pada mesin mobil B ini kekentalan terendah diijinkan hingga SAE 5W-30 sekalipun mobil digunakan di kota dengan suhu sekitar s/d 40 derajat Celcius.

Plus Minus pemilihan oli encer atau kental :
Sudah menjadi rahasia umum jika kita menggunakan pelumas mesin yang “encer” maka kelebihannya Kerja mesin akan lebih ringan sedikit, Konsumsi BBM akan lebih hemat sedikit, dan Oli akan lebih cepat bersirkulasi saat mesin baru dihidupkan (saat pagi hari), sehingga mesin cukup dipanaskan sebentar dan sesudah itu boleh langsung jalan.

Sedang kekurangannya, perlindungan terhadap komponan internal mesin tidak sebaik pelumas yang lebih kental, terutama saat mobil membawa beban (penumpang penuh / barang penuh).

Sedangkan jika menggunakan oli yang “kental” maka aspek plus atau minusnya akan berlaku sebaliknya.

Kompromi untuk mendapat kinerja mesin yang terbaik sekaligus perlindungan logam yang baik adalah dengan menggunakan pelumas type Full Synthetic dengan batas tingkat kekentalan terendah yang diijinkan.

Misal pada mobil A, gunakan pelumas SAE 0W-30 atau 5W-30 type Full Synthetic

Misal pada mobil B, gunakan pelumas SAE 5W-30 atau 0W-40 Full Synthetic

Dengan catatan :
Hal tersebut berlaku jika mobil jarang dibebani secara berat dimana membawa penumpang atau barang dalam jumlah yang sedikit sampai dengan normal.

Jika mobil sering kita muati penumpang atau barang hingga penuh, maka sebaiknya gunakan pelumas dengan kekentalan menengah :

Misal pada mobil A, gunakan pelumas SAE 5W-40 atau 10W-40

Sedang pada mobil B, gunakan pelumas SAE 5W-40 atau 10W-40

Dengan catatan :
Untuk mobil yang dibeli dalam kondisi bekas pakai atau Odometernya sudah banyak sekali, maka untuk amannya gunakan pelumas dengan SAE seperti yang digunakan sebelum-sebelumnya dan jika ingin mencoba menggunakan pelumas dengan kekentalan yang satu tingkat lebih rendah (misal selama ini pakai 15W-40, lalu mau coba ke 10W-40), Anda harus amati dengan seksama untuk memastikan tidak terjadi penguapan yang berlebih selama pemakaian.

Sumber :
APG

Written by Joseph Setiawan

September 3, 2011 at 11:42 AM

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hello my loved one! I wish to say that this article is awesome, great written and include almost all important infos. I’d like to peer more posts like this .

    pernikahan semarang

    September 2, 2012 at 9:39 PM


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: