Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Test Drive Grand New Fortuner 2011

leave a comment »

Setelah diperkenalkan di IIMS 2011, menjelang akhir Juli lalu, Toyota baru bisa mengajak wartawan ibu kota mencoba Grand New Fortuner pada awal minggu ini (19 September 2011. Program tes langsung “by feeling” ini diberi tajuk “The Journey is Mine” dengan mengajak 24 wartawan dari berbagai media. Rute tes: Airport Nugrah Rai – Seminyak – Ulu Watu (Nammos Beach Club) dan kembali ke hotel W di Seminyak.

Pada hari kedua, Seminyak – Yeh Gangga – Jati Luewih – Tampak Siring – Ubud – Seminyak. Total jarak yang ditempuh 311,2 km.

Kelincahan
Medan pegunungan dengan berbagai tanjakan-turunan , jalan sempit penuh liku, menjadi santapan Grand New Fortuner selama tes ini. “Bali dipilih lagi karena jalanannya cocok untuk gaya hidup pemilik atau Fortuner yang ingin kebebasan atau melakukan wisata.

Jalanan di pegunungan Bali yang sempit untuk membuktikan bawah SUV ini lincah dan bisa diajak bermanuver dengan mudah,” jawab Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) ketika ditanya mengapa memilih Bali. “Kami ingin membukti hal tersebut bersama wartawan yang kami ajak!” lanjutnya.

Untuk itu, 8 unit Grand New Fortuner dari berbagai varian (tidak seluruhnya), bermesin bensin, diesel, transmisi otomatik, manual dan 4×4 dibawa oleh TAM. Karena berbagai tempat dikunjungi, termasuk resto, Journey of Mine bisa dikatakan kombinasi dengan wisata kuliner. Antara lain, Metis bergaya Perancis, Jati Leuwih di kaki gunung Kau dengan makanan asli Bali, Mozaic Ubud yang mengadopsi cita rasa nasional oleh koki asal Inggeris dan mengunjungi langsung kebun kopi Luwak Bali, dekat Tampak Siring.

Kompetitor
Di segmennya, Fortuner bersaing dengan Mitsubishi Pajero Sport, Honda CR-V, Nissan X-Trail. Chevrolet Captiva, Ford Escape dan Everest, Hyundai Santa Fe dan Mazda CX-7. Untuk tahun ini, sejak Januari – akhir Agustus 2011, penjualan Fortuner khususnya 4×2 berada di bawah Honda CR-V dan Pajero Sport. Masing-masing mencatatkan penjualan CR-V 8.626 unit, Misubishi Pajero Sport 8.298 unit dan Fortuner 7.386 unit. Namun untuk total – gabungan 4×2 dan 4×4 – Pajero Sport top: 9.536 unit, sedangkan Toyota Fortuner 7.820 unit.

GPS
Selain menguji kelincahan Fortuner di jalanan pegunungan Bali yang sempit, salah satu fitur yang ingin diperlihatkan cukup sangat membantu pemilik atau pengemudi Fortuner melakukan perjalanan di daerah yang belum begitu dikenal adalah navigasi GPS.

Eksploitasi penggunaan GPS dilakukan pada hari kedua dalam bentuk kuis. Pengemudi dan penumpang hanya melihat arah panah pada peta yang ditayangkan oleh monitor layar sentuh 6,1 inci untuk menuntun mereka ke tempat menarik dan bersejarah yang telah ditentukan.

Menurut Anton Jimmy Suwandi dari Marcoom TAM, yang mendampingi KOMPAS.com bersama Bisnis Indonesia dan Gatra, GPS yang digunakan ini dibuat oleh Garmin. Sedangkan hardware atau perangkat kerasnya yang sudah menyatu dengan audi-video, buatan Panacsonic.

Khusus GPS selain dituntun oleh tanda panah, juga ada perintah suara wanita yang memberi informasi dan aba-aba untuk belok kiri atau kanan. Misalnya, “500 meter di depan belok ke kanan!” Begitu sampai di tiungan atau persimpang, suara tersebut kembali memerintahkan pengemudi untuk belok ke kiri atau ke kanan.

Parking Kamera
Fitur baru dan khusus dipasang pada varian 4×4 dan 4×2 transmisi otomatik (tipe G Lux dan 2,7 V TRD) adalah parking kamera. Di samping itu juga disertai sensor parkir 4 di belakang dan setiap sudut.

Peta yang ditayangkan GPS beresolusi rendah. Kendati demikian, untuk tayangan kamera belakang, hasilnya cukup bagus.

KOMPAS.com lebih sering mencoba versi 4×4 dan hanya sebentar mengemudikan 4x 2 transmisi otomatik. Namun sepanjang perjalanan di hari kedua 150 km lebih hampir 200 km menggunakan 4×4 bermesin diesel.

Audio
Head unit audio cukup baik karena dilengkapi dengan fitur DSP. Hanya sayang, kualitas speaker menghasilkan suara kurang mantap. Suara rendah (woofer dan sub-woofer) tidak keluar meski sudah diset maksimal dengan sumber suara langsung dari CD.

Menurut pihak Toyota, sebenarnya kualitas head unit bagus, hanya speaker yang masih kurang prima. Bagi pengemudi dan penumpang yang terbiasa mendengar audio dengan berkualitas tinggi, tampaknya harus bersiap mengganti speaker dengan kualitas lebih baik lagi. Sementara itu, akustik interior termasuk senyap. Hal ini dibuktikan ketika meluncur pada kecepatan tinggi, suara angin dan ban bisa diredam dengan baik.

Pembaruan lain yang dilakukan Toyota adalah panel instrumen atau meter kombinasi. Speedometer dan tachometer kini tampil dengan garis-garis bercahaya (ilmuniasi) terang. Hasilnya, angka-angka dan bisa dibaca dan dilihat dengan mudah.

Kemampuan
Tidak ada perubahan yang dilakukan terhadap mesin bensin 2.7 liter dan bensin 2,5 liter oleh Toyota. Mesin bensin bertenaga 160,4 PS dan torsi 24,6 kgm cukup bertenaga saat melalap tikungan di jalan sempit dengan transmisi berada pada D3. Dan mobil melaku dengan kondisi 4×2. Ketika dipindahkan ke D2 swaktu dipacu lagi di tanjakan, terasa tenaga bertambah.

Meski kemampuan tenaga mesin bensin cukup dengan 4×2 dan dengan transmisi pada gigi D3, KOMPAS.com juga mencoba kinerja 4×4 (khususnya di tanjakan sembari membelok) dan D2. Hasilnya, kemampuan tenaga lebih baik, responsif. Bahkan dengan 4×4, selain tarikan mantap, juga terasa lebih stabil. Maklum keempat ban berputar dan menghasilkan traksi maksimal.

Namun bila jalan datar seperti di kota, cara ini menyebabkan pemakaian bahan bakar jadi boros. Biasanya, 4×4 hanya digunakan di off-road atau permukaan jalan yang licin. Perpindahan 4×4 ke 4×2 atau sebaliknya dilakukan secara manual melalui tuas di depan tongkat transmisi.

Hnya konsumsi bahan bakar tidak bisa dihitung secara tepat. Sebagai refrensi, setelah menempuh jarak 319,6 km, indikator berada di bawah batas garis setengah tangki. Sementara kapasitas tangki bensin 65 liter. Palijng tidak bensin yang ditelah dihabiskan mencapai 35 liter atau 40 liter. Berarti konsumsi bensinnya, berkisar 9,1 – 8 km/liter!

Kenyamanan
Untuk mengetahui kenyamanan, KOMPAS.com duduk di belakang atau jok baris kedua (buka jok tambahan di bagasi yang saling berhadapan. Hanya goncangan terasa lebih besar dibandingkan ketika berada di depan, terutama ketika melaju pada permukaan jalan yang tidak rata atau bergelombang.

Namun yang pasti dengan menggunakan ban 265/65-R17, stabilitas dan kenyaman Fortuner memberi kepuasan!
Harga Grand New Fortuner, on-the road di Jakarta
Tipe (Rp juta)
New 2.5 G M/T Diesel TRD 397,4
2.5 G Diesel M/T 4×2 370,7
New 2.5 G Diesel A/T TRD 407,4
2.5 G Disel A/T 4×2 380,7
New 2.7 G Lux A/T 4×2 BensinTRD 460,1
2.7 G Lux A/T 4×2 429,3
2.7 V A/T 4×4 479,3
New 2.7 V A/T 4×4 485,15
New 2.7 G Lux A/T 4×2 434,65
New 2.5 G A/T Diesel 382,5
New 2.5 G M/T Diesel 372,5

Sumber:
Toyota Astra Motor

Zulkifli BJ
Kamis, 22 September 2011
KOMPAS.com

Written by Joseph Setiawan

October 4, 2011 at 9:02 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: