Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Chevrolet Colorado

with one comment

Sehari setelah resmi diluncurkan Chevrolet Colorado di Bogor, GM Indonesia menggelar test drive di Sentul City, Bogor, (6/3/2012). Di trek non permanen bekas lintasan speed off-road sejauh 1,6 km tersebut GMI menyediakan 7 unit  dari tiga varian, yakni ekstra kabin (Extended Cab) serta kabin ganda (Crew Cab) LT dan LTZ yang kesemuanya penggerak empat roda (4WD) untuk dicoba.

Kondisi lintasan cukup variatif,  mulai dari trek lurus, berlubang, gundukan hingga tanjakan dengan sudut kemiringan 30 derajat. Semua rintangan siap dilibas pikap pertama GMI bermodalkan senjata mesin 2.5 liter  Duramax turbo-diesel intercooler dan cammon rail direct injection dengan  “peluru”  tiga mode penggerak roda, yakni 2H, 4H dan 4L yang pengoperasiannya bukan melalui tongkat persneling, melainkan dengan tombol yang diputar.

KompasOtomotif dapat jatah ‘bermain’ dengan varian LT. Ketika menerjang jalan berkerikil dan batu lepas, cukup mengandalkan gerak dua roda (2H). Semburan tenaga 150 PS dengan torsi berlimpah mencapai 350 Nm, membuat bagian buritan menjadi liar karena efek torsi yang besar dan ban sedikit kehilangan traksi. Penggunaan ban All Terrain (AT) memang kurang sesuai untuk trek tanah berkerikil, sehingga koreksi setir amat dibutuhkan agar mobil tetap lurus di lintasan.

Kurang dari 100 m menjelang tikungan 90 derajat ke kiri terlihat ada jalan bergelombang sehingga harus mengurangi kecepatan yang saat itu menunjukkan angka 60 kpj. Karena jarak pengereman cukup pendek maka injakan rem harus agak keras. ABS bekerja dengan baik meski mobil sempat terpental karena jalan berlubang.

Ayunan suspensi terasa cukup nyaman untuk ukuran pikup kabin ganda ketika melewati jalan bergelombang karena bekas aliran air. Di ujung jalan terlihat gundukan tidak beraturan yang cukup tinggi menanti untuk dilewati. Untuk mendapatkan cengkraman (traksi) yang baik, dari 2H dipindahkan ke 4H, mobil tanpa harus berhenti, tapi kecepatan tidak boleh melebihi 60 kpj.  Proses perpindahan terdengar dari ruang kabin dan otomatis traksi langsung terbagi ke empat roda.

Desain bemper memiliki sudut datang yang cukup baik sehingga tidak menyentuh tanah. Meski tergerus pun tak perlu khawatir bakal melukai bak oli karena terlindungi dengan pelat besi yang menempel dari bemper hingga tengah ruang mesin. Karena letak dan ketinggian gundukan tidak beraturan tak heran mobil terombang ambing namun masih dalam kontrol yang aman.

Usai menerjang jalan bergelombang, 200 m setelah itu terdapat gundukan  yang tinggi semeter. Bagian kolong tidak mentok lantaran ground clearance cukup tinggi. Setelah itu, pekerjaan berat telah menanti karena harus melewati parit yang cukup dalam hampir semeter dengan lebar hampir setengah dari panjang Colorado (5.367 mm).

Setelah melalui selokan tersebut dengan mulus, kembali tersaji jalan rata yang lurus sejauh sekitar 250 m. Alhasil mode dikembalikan ke 2H untuk mendapatkan sensasi tenaga berlimpah. Di ujung jalan berbelok sedikit ke kanan lalu kiri 90 derajat. Kembali pantat sedikit bergeser (sliding). Lalu percobaan berlanjut ke permukaan jalan yang miring 30 derajat. Tantangan berikutnya menanti jalan tanjakan 40 derajat dengan permukaan yang tidak mulus. Di sinilah trek mencoba kemampuan 4L meskipun rasanya tanjakan tersebut masih bisa dilahap menggunakan 2H, lain hal jika lincin.

Mode penggerak pun langsung dipindah ke 4L butuh waktu 10 detik dengan posisi mobil harus berhenti dan gigi persneling netral. Karena menggunakan tipe low gear maka start pun menggunakan gigi 2. Setelah bergulir kami membiarkan tetap berjalan dan menanjak tanpa di gas. Kondisi tersebut masih bisa dilakukan meski terisi 3 orang di dalamnya.

Mobil merangkak naik dengan kecepatan 3 kpj saja. Setelah tiba di atas jalan kembali lebar dan rata. Agar tidak terlalu menggerung mode dikembalikan ke 2H dengan cara yang sama saat mengaktifkannya. Jalan sejauh 400 m menuju garis finish tak disia siakan, gas kembali dibejek menuju garis finish.

KompasOtomotif mengajukan permintaan untuk mencoba melahap turunan cukup curam seperti kondisi tanjakan terakhir menggunakan 4L. Dengan posisi gigi 1 tak perlu menggunakan rem saat turun. Colorado meluncur teratur dengan kecepatan 4 kpj.

Sumber :

Aris F. Harvenda, Bastian, Zulhafidz

Rabu, 7 Maret 2012

KompasOtomotif

Written by Joseph Setiawan

March 13, 2012 at 12:15 PM

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. oli buatan pertamina merk apa ya… yg cocok buat mobil ini?

    teddy

    March 5, 2014 at 1:08 PM


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: