Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Menjajal Transmisi Otomatis Subaru BRZ

with one comment

 

Menjajal Transmisi Otomatis Subaru BRZ

Setelah bernegosiasi dengan Subaru Indonesia, akhirnya KompasOtomotif dapat menjajal saudara kembar Toyota FT86, yakni Subaru BRZ, di luar rute test drive di IIMS 2012, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tes drive dilakukan di luar karena jika tetap memanfaatkan jalur resmi, maka kedahsyatan tenaganya tak akan terasa. Rute baru yang disetujui adalah keluar dari kompleks JIExpo dan melewati Jalan Rajawali Selatan.

Ketika mencermati tampilan eksterior, secara keseluruhan tak ada perbedaan mencolok, kecuali logo. Sama halnya saat masuk kabin, nuansa interiornya tak jauh berbeda dengan Toyota 86 yang sempat dicoba sebelum peluncurannya pada Juni lalu. Hanya jahitan di lapisan jok yang menggunakan warna merah dan speaker di ujung dasbor kanan-kiri. Itu saja perbedaannya.

Pengalaman menarik dalam tes singkat ini adalah mencoba transmisi otomatis 6-percepatan yang sistem perpindahan giginya hampir sama dengan model sekuensial. Saat ingin merasakan sensasi manual, tuas transmisi tinggal digeser ke kanan dari posisi D. Menaik-turunkan posisi gigi bisa menggunakan tuas atau paddle shift yang berada di belakang setir.

Responsif
Meski berstatus mobil sport, Subaru BRZ ini tetap nyaman saat dibawa jalan santai dan tidak ada gejala ndut-ndutan (jerking) di rpm rendah. Ketika diajak ngebut—begitu lepas dari kemacetan—perpindahan tiap gigi cukup responsif dan tidak ada jeda. Rpm tidak turun terlalu jauh seperti transmisi dengan rasio rapat (close ratio).

Raungan mesin terdengar lebih kalem dibanding 86. Ada indikasi bahwa lubang knalpot dan saringan yang digunakan berbeda. Padahal, jantung pacu yang dipakai sama, yakni boxer tipe 4U-GSE berkapasitas 1.998 cc dengan teknologi yang disebut Toyota D-4S (direct injection 4-stroke gasoline superior). Tenaga yang dihasilkan 200 PS @7.000 rpm dan torsi 205 Nm @6.400 rpm dan digerakkan oleh roda belakang.

Raungan mesin sesaat
Karena jalur tes terbatas, tes performa tidak maksimal, hanya sampai gigi 3. Putaran mesin pun tidak sampai batas maksimum (red line). Akan tetapi, ada satu keunikan yang mungkin tidak dipunyai mobil sport matik sekelasnya. Setiap terjadi penurunan gigi persneling (terutama bila di atas 3.500 rpm) selalu dibarengi dengan suara raungan mesin sesaat. Tujuannya untuk mencegah mesin tidak jebol akibat perpindahan gigi pada rpm tinggi. Namun, prosesnya akan berlangsung halus jika penurunan setiap gigi di bawah 3.500 rpm.

Bisa dibayangkan jika tes ini berlangsung di jalur lengang atau di lintasan balap.
Catatan : Informasi dari Sdr Marpaung adl Kecepatan maksimumnya untuk yang manual sekitar 235 km/h, speedometer agak sulit naik itu mulai 195 km/h ke atas.

 

Sumber :

Alexander Batara Marpaung

Jumat, 12 Oktober 2012

Aris F. Harvenda

Senin, 1 Oktober 2012

KompasOtomotif

Written by Joseph Setiawan

October 12, 2012 at 8:21 PM

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] Automotive – Menjajal Transmisi Otomatis Subaru BRZ. Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: