Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Tips Aman Bermotor Saat Musim Hujan

leave a comment »

Meski pada saat ini musim kemarau masih berlangsung, menurut kalender musim tanam komoditi pertanian, bulan ini sudah masuk dalam musim hujan. Pasalnya, menurut siklus pergantian musim tahun-tahun sebelumnya, musim hujan akan terjadi pada Oktober hingga Maret.

Bagi para biker, musim hujan tentu akan menjadi persoalan tersendiri. Selain banjir yang sewaktu-waktu bisa datang, derasnya guyuran air dari langit serta genangan air di permukaan bumi perlu diwaspadai.

»Sebab bila tidak diwaspadai, kedua hal itu selain berisiko bagi keselamatan,” ujar Murdifi, mekanik Jaya Sakti Motor, Jatinegara Timur, Jakarta Timur, Senin, 10 Oktober 2011.

Namun, kewaspadaan tak hanya memacu motor dengan hati-hati saja. Bukan pula hanya memelototi kondisi jalanan semata. Kondisi sepeda motor yang kita tunggangi pun perlu diperhatikan.

»Melakukan pengecekan bagian-bagian motor agar siap melibas jalan di saat hujan, wajib dilakukan agar nyaman dan aman,” saran Murdifi.

Lantas apa saja yang harus diperhatikan? Apa akibatnya bila bagian itu luput dari perhatian? Berikut penjelasan mantan mekanik bengkel resmi Honda itu:

1. Ban

Bagian utama yang wajib diperiksa adalah kembangan atau ukiran pada tapak ban. Pastikan kondisi ukiran di permukaan atau telapak ban, baik depan maupun belakang, minimal masih tersisa 60 persen.

Segera ganti bila ban sudah gundul atau ukiran di bawah 50 persen. Ban yang aus akan berkurang kemampuannya, baik dalam ketahanan maupun fungsi traksinya. Selain berisiko tergelincir, juga rawan bocor.

»Bila itu terjadi, selain merepotkan juga berbahaya bagi keselamatan,” terang Murdifi.

Bila harus mengganti ban, gunakan ban yang bertipe sama. Baik untuk belakang maupun depan. Begitu pun dengan alur kembangan atau ukiran telapaknya.

»Tipe kembang yang berbeda akan menyebabkan kinerja ban juga berbeda. Karena pabrikan sebelum menggunakan ban standarnya telah melakukan pengujian,” terang Murdifi.

2. Saluran bahan bakar, filter udara, dan karburator

Pada saat hujan, kemungkinan besar udara yang disedot mesin untuk dicampur bahan bakar di ruang bakar bercampur embun. Bila hal itu terjadi, maka akan mengganggu proses pembakaran.

Motor mogok, pembakaran tak sempurna, atau tenaga loyo, adalah akibat yang ditimbulkan. Oleh karena itu, sebelum musim hujan tiba cek kondisi saluran bahan bakar, karburator, hingga filter udara.

Pastikan beberapa peranti itu tidak bocor atau kondisinya masih bagus.

3. Periksa gasket mesin dan anti oli

Pada saat hujan mengguyur ada kemungkinan Anda melibas genangan air yang cukup dalam 20–30 sentimeter. Pada saat itulah ada kemungkinan air masuk atau merembes ke sela-sela mesin karena gasket atau seal di antara blok mesin telah usang sehingga bercampur dengan oli.

Bila hal itu terjadi, terjadi maka mesin akan cepat aus. Komponen mesin akan bengkok karena pada saat bekerja keras, mereka tidak terlumasi dengan oli, tetapi telah bercampur air.

Oleh karena itu, sebelum hujan tiba, periksa bagian-bagian gasket atau seal. Setelah itu gantilah oli mesin dengan yang baru. Pengecekan pada saat musim hujan berlangsung juga wajib.

»Bila oli telah kecokelatan dan permukaan ada warna putih susu segeralah diganti. Karena itu pertanda oli telah bercampur dengan air,” jelas pria yang menjadi mekanik sejak 1987 itu.

4. Periksa dan lumasi rantai

Air hujan yang banyak mengandung unsur asam, terlebih di kota besar seperti Jakarta, sangat rawan menimbulkan karat atau menjadi rantai cepat kering disertai karat. Bila hal itu terjadi, maka rantai cepat putus.

»Bisa Anda bayangkan, betapa repotnya di saat hujan mengguyur rantai motor Anda tiba-tiba putus di tengah jalan,” kata Murdifi.

Oleh karena itu, memeriksa, merawat, atau bahkan mengganti rantai adalah tindakan bijak. Melumasi rantai yang tepat adalah, cuci bersih rantai, kemudian campur dengan grease (gemuk) dan rebuslah hingga mendidih. Setelah dingin, keringkan dan lumasi sedikit dengan grease dan pasang kembali ke gir.

5. Pastikan lampu utama dan lampu sein berfungsi dengan baik

Perangkat itu tidak hanya berfungsi di kala Anda berkendara di malam hari saja, tetapi juga siang hari. Pasalnya, di saat hujan pandangan Anda dan pengguna jalan lain terbatas karena terhalang oleh guyuran air hujan.

Oleh karena itu, menyalakan lampu utama di saat motor digunakan serta menggunakan lampu sein saban berbelok akan menunjang keamanan dan keselamatan berkendara. »Segera ganti bohlam lampu bila sudah ada tanda-tanda aus,” saran Murdifi.

6. Pastikan setang atau kemudi tidak bermasalah

Pada saat hujan deras, banyak sekali lubang di jalanan yang tertutup air. Tanpa disadari kita kerap melibas jalanan itu atau bahkan kita menyadarinya namun sulit untuk menghindar karena beberapa alasan. Itulah yang menyebabkan komsteer dan setang kemudi motor bermasalah.

Akibatnya setang goyah. Bila itu terjadi sangat berbahaya karena kita tidak bisa mengendalikan motor dengan sempurna. »Oleh karena itu, sebelum hujan tiba, memeriksa kondisi setang motor sangat disarankan,” ujar Murdifi.

Caranya cukup mudah. Posisikan motor tegak dengan menggunakan standar tengah dan letakkan beban di jok bagian belakang agar motor dalam posisi jomplang ke belakang. Setelah itu, pegang dua garpu roda depan bagian bawah.

Kemudian tarik ke depan dan dorong ke belakang, rasakan apakah ada goyangan atau oblak. Bila ada tanda-tanda masalah, segera bawa motor Anda ke bengkel untuk segera diperbaiki.

Sumber :
ARIF ARIANTO
Senin, 10 Oktober 2011
TEMPO Interaktif

Written by Joseph Setiawan

October 19, 2011 at 11:17 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: