Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Kelebihan dan Kekurangan Velg After Market

leave a comment »

Ditinjau dari sisi positifnya, velg aftermarket pasti punya desain yang lebih menarik dan bisa mencerminkan personalisasi pemilik. Selain itu, apabila velg yang dibeli merek terkenal, sudah pasti punya kualitas yang lebih baik dibandingkan velg standar.

Meskipun sebenarnya velg standar juga sudah punya standarisasi tersendiri. Bahkan untuk beberapa mobil, terkadang velg aftermarket kualitas tinggi punya bobot yang lebih ringan dibandingkan velg standarnya. Sebut saja seperti HRE atau DPE yang merupakan velg kualitas tinggi karena berbahan forged aluminium sehingga punya bobot yang ringan.

Diameter yang lebih besar juga membuat ruang roda akan terlihat lebih penuh sehingga mobil tidak terlihat terlalu tinggi. Apalagi jika dipadu dengan ban profil tipis, membuat terlihat lebih sporty. “Lebar velg yang lebih lebar dari ukuran standar juga akan sedikit banyak membantu meningkatkan handling mobil,” ujar Aldhy Siregar dari JML Motorsport, Gading Serpong, Tangerang.

“Karena otomatis tapak ban lebih lebar mengikuti lebar velg, sehingga daya cengkeram ban ke jalan lebih banyak,” lanjut Aldhy, sapaaan akrabnya. Hal ini juga membantu untuk sektor pengereman, “Lebih safety juga ujung-ujungnya,” lanjut Aldhy. Ini karena profil ban yang tipis. Sehingga andaikan ban pecah di jalan, mobil tidak terlalu miring. Bandingkan dengan profil ban standar yang relatif tebal. “Ketika pecah, maka mobil akan miring dan lebih berisiko terbalik,” ujar Aldhy.

Sedangkan sisi negatifnya adalah, velg aftermarket dengan diameter yang besar bisa mengganggu kenyamanan. Hal ini karena profil ban yang semakin tipis sehingga berimbas bantingan menjadi lebih keras dibanding standar. Profil ban yang tipis juga bisa membuat velg rentan peyang jika menghajar lubang dalam kecepatan lumayan kencang. Diameter velg yang terlalu besar juga bisa mengganggu sektor pengereman.

“Jika velg terlalu besar, pasti jarak titik pengereman juga bertambah,” ujar Johan Karuci dari SM Motorsport, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hal ini disebabkan bobot velg yang lebih berat sehingga rem butuh usaha ekstra untuk menghentikan lajunya. Sehingga mobil seakan-akan ‘menyelonong’ meskipun sudah direm.

Selain itu, usia pakai komponen kaki-kaki juga relatif lebih cepat rusak. Velg besar punya bobot berat dan karakter guncangan yang keras. Sehingga komponen kaki-kaki seperti tie rod, ball joint, atau sokbreker akan bekerja lebih keras. Komponen seperti bushing atau tie rod akan lebih cepat oblak dibanding saat memakai velg standar.

Bobot velg yang lebih berat juga akan berimbas terhadap performa mesin. Dimana akselerasi terasa lebih lambat karena mesin butuh tenaga ekstra untuk menggerakkan roda. Hal ini punya efek lain yang merambat ke sektor konsumsi BBM, dimana konsumsi BBM akan lebih boros ketika memakai velg ukuran besar

Sumber :
mobil.otomotifnet.com
Penulis : Angga Raditya | Teks Editor : Bagja | Foto : Dok. CAR & TUNING GUIDE
Selasa, 04 Oktober 2011

Written by Joseph Setiawan

October 4, 2011 at 7:38 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: