Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Lain Lain – Deteksi Dini, Kunci Melawan Kanker Ovarium

leave a comment »

Kanker indung telur (ovarium) adalah jenis penyakit langka namun sangat mematikan dan bisa menyerang setiap saat dalam kehidupan seorang wanita.

Sampai saat ini, kanker ovarium dikenal sebagai “silent killer” karena biasanya tidak ditemukan gejala apapun sampai diketahui telah menyebar ke bagian tubuh lain. Namun sekarang, para peneliti telah menemukan gejala yang berhubungan dengan kanker ovarium yang dapat membantu dalam deteksi dini.

Para ahli di Northwestern Memorial mengatakan, perlindungan terbaik adalah lewat metode pencegahan, memahami risiko dan mengenali tanda-tanda potensi kanker ovarium.

“Saat ini, tidak ada tes skrining yang dapat diandalkan untuk mengidentifikasi kanker ovarium sejak dini. Penting bagi wanita untuk membiasakan hidup sehat, dan segera pergi ke dokter jika terjadi perubahan dalam tubuh mereka,” kata Diljeet Singh, MD, ahli onkologi ginekologi, sekaligus Direktur Ovarian Cancer Early Detection and Prevention Program, Northwestern Memorial Hospital.

Pendeteksian kanker ovarium sejak masih dini akan meningkatkan kelangsungan hidup seseorang selama lima tahun, yang tadinya 30 persen menjadi lebih dari 90 persen. Tetapi gejala kanker ovarium, seringkali mirip dengan kondisi lain sehingga sulit untuk mengenalinya.

Singh mengatakan, perempuan harus menyadari kemungkinan tanda-tanda peringatan dini yang meliputi, perut kembung, nyeri pada panggul atau perut, kesulitan makan atau cepat merasa kenyang, gangguan kemih dan bertambahnya ukuran perut.

Singh menuturkan, jika wanita mengalami beberapa gejala penting di atas setiap hari selama dua sampai tiga minggu, dianjurkan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter.

Meski gejalanya tidak jelas, tetapi ada faktor-faktor yang mungkin dapat mengembangkan penyakit ini, termasuk di antaranya membawa mutasi gen BRCA, ada riwayat kanker payudara atau riwayat keluarga dengan kanker ovarium, usia di atas 45 dan obesitas. Pada wanita yang berisiko tinggi, disarankan untuk melakukan skrining dimulai pada usia 20 sampai 25 tahun.

Menurut Sigh, ada beberapa strategi untuk memantau perempuan dengan risiko kanker ovarium, di antaranya, melalui pemeriksaan fisik, USG dan tes darah setiap enam bulan. “Tujuan dari program ini untuk membantu perempuan memahami risiko mereka secara lebih personal disamping juga untuk membantu mengembangkan metode pencegahan dan deteksi dini,” katanya.

Studi menunjukkan, ada cara untuk menekan risiko seorang wanita mengidap penyakit itu. Pada wanita yang menggunakan pil KB selama setidaknya lima tahun, tiga kali lebih kecil kemungkinannya mendapatkan kanker ovarium. Selain itu, bentuk kontrol kelahiran permanen seperti ligasi tuba diketahui dapat mengurangi risiko kanker ovarium sebesar 50 persen.

“Makan diet kaya buah dan sayuran, berolahraga secara teratur, menjaga berat tubuh normal dan mengelola stres adalah cara bagi wanita dalam membantu mengurangi risiko kanker ovarium,” tandasnya

Sumber :
Deteksi Dini, Kunci Melawan Kanker Ovarium
Bramirus Mikail | Asep Candra
Jumat, 16 September 2011
KOMPAS.com

Written by Joseph Setiawan

September 17, 2011 at 1:53 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: