Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Hasil Test Drive Gelly LC Cross By Otomotif dan Kompas

with 8 comments

Kompas :
Dua hari berada di belakang kemudi LC Cross, menelusuri tol Jakarta – Bandung-Lembang-Subang,-Sandang-Purwakarta dan kembali Jakarta, sekitar 350 km, kesan utama yang diperoleh KOMPAS.com,kualitas produk Geely ini semakin baik. Khususnya dibandingkan dengan produk model yang dicoba tahun lalu, yaitu MK dan MK2 (sedan dan hatchback).

Kualitas
Kualitas “finishing” mobil yang diimpor utuh (CBU) dari China ini semakin baik, yaitu komponen bodi, dasbor dan bagian lain dari interior. Kendati demikian, Geely masih harus memperhatikan beberapa kekurangan pada produknya ini. Pasalnya, dari hasil tes “by feeling” yang dilakukan beberapa wartawan, keluhan utama, “payah” saat menanjak, termasuk di jalan tol Padaleunyi.

Gerakan Pintu dan Transmisi Beberapa bagian utama yang memperlihatkan kualitas produk Geely ini semakin baik adalah gerakan pintu. Saat ditutup tidak lagi menimbulkan bunyi “gedebuk” keras. Hanya dengan tekanan normal, pintu tertutup dengan rapat dan mudah. Menurut Geely, tersebut bisa dilakukan karena kini, seluruh bodinya menggunakan pelat dengan ketebalan 9 mm.

Pengoperasian tuas tombol lampu depan,wiper, tongkat transmisi, pedal-pedal (kopling, rem dan gas). Bahkan perpindahan gigi ke semua posisi, termasuk mundur, berjalan lancar dan mudah. Tidak lagi menimbulkan suara yang agak berisik. Tak kalah menarik, tenaga untuk menekan pedal kopling sangat ringan.

Fitur Keamanan LC Cross adalah crossover mini dengan harga sangat terjangkau pertama yang dipasarkan di Indonesia yang dilengkapi anti-lock brake (ABS) plus electronic brake force distribution (EBD). Bahkan untuk versi GL yang dijual Rp 120 juta (on-the road di Jakarta), dilengkapi dengan 6-air bag, termasuk dua di kaca samping depan (tipe curtain). Berarti, untuk keamanan, sangat memadai!

Fitur lainnya, tilt steering, kaca spion yang bisa disetel dari dalam (elektrik) dan tentu saja untuk kenyamanan adalah air conditioner (AC) plus audio yang bisa memainkan CD dan dihubungkan ke USB.Lainnya adalah alat yang memudahkan kerja pengemudi, power window dan central lock.

Mesin Kebetulan unit yang dites KOMPAS.com jarak tempuhnya sudah mencapai 1.100 km lebih. Mesin 4-silinder, 1.342 cc, DOHC dan 16-katup, gampang dihidupkan dan tidak lagi menimbulakan suara terlalu berisik. Getarannya juga lebih halus.

Saat pertama dijalankan, dengan tekanan pedal pelan, tarikan mesin terasa agak berat. Namun bila gas diinjak dengan cepat (berakselerasi), terjadi spin. Hal terakhir menunjukkan kemampuan mesin cukup mumpuni.

Kendati demikian, saat melaju pada gigi 4 dan 5 – misalnya di jalan tol yang semula rata dan kemudian menanjak – pengemudi yang terlena dengan kenyamanan, akan merasakan mobil lama-lama kehilangan tenaga alias “lemot”. Apalagi saat itu melaju pada kecepatan 100 km/jam. Dipastikan, kendati harus menginjak gas lebih dalam, mobil ini kepayahan. Penyebabnya, pada kecepatan dan posisi gigi yang disebutkan di atas, putaran mesin rendah, di bawah 3.000 rpm.

Contohnya, pada gigi 4, kecepatan 60 km/jam, mesin bekerja pada 2.000 rpm dan pada 80 km/jam, 2.750 rpm. Pada gigi 5, kecepatan 80 km/jam, putaran mesin hanya 2.000 rpm. Karena putaran terlalu rendah, mesin pun kepayahan. Malah, jika gigi diturunkan ke 3, juga tidak bisa reaksi masih kurang responsif.

Begitu gigi diturunkan, ke-2 atau 3, begitu berada di atas 3.000 rpm, traksi mulai membaik. Makin tinggi putaran mesin, makin cepat responnya. Nah, bagi sebagian rekan wartawan yang tidak biasa “membejek” habis gas, coba tetap bertahan pada putaran rendah. Bahkan pada gigi tinggi. Akibatnya, ya… kepayahan!

Gigi Akhir Karena adanya keluhan tersebut, KOMPAS.com membandingkan kemampuan dan spesifikasi mesin LC Cross ini dengan merek lain. Dalam hal kapasitas sama, segmen mobilnya pun sama. Tenaga maksimum LC Cross, 85PS (63kW) diperoleh @6.000 rpm. Dibandingkan dengan mesin Daihatsu Sirion 1,3 liter) Nissan March dan Kia Picanto (sama-sama 1,2 liter), khusus untuk tenaga diperoleh pada putaran yang sama, 6.000 rpm.

Namun untuk torsi, LC Cross memperolehnya pada putaran lebih tinggi. Contohnya, kalau Sirion dan March putaran maksimum diperoleh pada 4.000 rpm dan Picanto 4.400 rpm, LC Cross pada 5.200 rpm. Inilah yang mengakibat traksi jadi sangat berat pada putaran rendah.

Satu lagi yang memperparah kemampuan menanjak crossover ini adalah pemilihan perbandingan gigi akhir. Bila mobil sekelasnya memilih perbandingan gigi akhir sekitar 4 lebih (sama-sama transmisi manual), Geely justru 3,94.

Berdasarkan perbandingan gigi di atas, disimpulkan, Geely merekayasa LC Cross sebagai mobil yang irit bahan bakar dan kecepatan top lebih tinggi (butuh waktu lama untuk mencapainya).

Manuver dan Kenyamanan
Kemampuan manuver tidak hanya diuji pada berbagai tikungan, juga dengan slalom. Hasilnya, cukup mudah dikendalikan dan termasuk gesit. Tak kalah menarik, dengan ABS membuat kerja rem lebih baik dan mudah dikendali pada kondisi darurat. Hanya, saat rem mencengkeram, masih dirasakan adanya getaran!

Kenyamanan juga makin oke dan tidak membuat pinggul sakit ketika menghajar gundukan atau lubang. Namun jok agak empuk dan fleksibel mengurangi sedikit kenyamanan. Namun sabuk pengaman oke! Hanya kinerja AC yang kurang konsisten. Justru saat dibutuhkan malah tidak cepat menyeburkan udara segar.

Pembacaan indikator di panel, khusus untuk speedometer dan tachometer cukup baik krena menggunakan warna biru. Namun untuk indikator lain, termasuk bensin, agak kurang jelas dan kekecilan.

Akurasi penunjukkan speedometer mobil ini sedikit berbeda dengan speedometer Android GPS yang digunakan KOMPAS.com sebagai pembanding. Pada kecepatan 50 km/jam pada mobil, justruk speedometer Android 51 km/jam. Sedangkan pada 90 km/jam pada mobil, 92 km/jam pada speedometer Android. Khusus, audio cukup baik berkat penempatan dua speaker di depan dasbor, kanan dan kiri.

Untuk penampilan, secara keseluruhan cukup gaya sebagai crossover mini (kota). Apalagi dilengkapi dengan roof rail sehingga penampilan jadi gagah plus ban serep di belakang (sayangnya tidak diberi baju).

Kesimpulan
Untuk mobil kecil yang dibandrol Rp 120 juta dan dilengkapi dengan fitur seperti ABS dan EBD, 6-airbag dan garansi 5 tahun, LC Cross memenuhi motto Geely, yaitu “Beyond Value”. Crossover ini cocok sebagai mobil sehari-hari di kota yang makin sesak lalu lintasnya. Dengan postur yang agak tinggi, akan mudah menghadapi banjir atau jalanan yang kurang mulus.

Lainnya, jangan menuntut mobil ini tiba-tiba menjadi sprinter saat mengemudi santai. Kalau mau tarik-tarikan, harus tega menggeber mesin pada putaran tinggi, bahkan sampai garis merah (6.200 rpm) dengan raungan makin keras. Hal yang sama juga mesti dilakukan jika menghadapi tanjakan yang berat. Akibatnya, karena mesin bekerja pada putaran tinggi, konsumsi bahan bakar akan lebih boros.

Bagi Anda yang tidak ingin direpot oleh mobil bekas (umur lima tahun lebih) atau ingin mobil baru, kemampuan kantong terbatas, ingin biaya operasional yang irit (irit bbm), praktis, lebih mempertimbangkan fungsional (cuek dengan gengsi), LC Cross layak dipertimbangkan! Apalagi garansi yang diberikan 5 tahun atau 130.000 km!

Sumber :
Zulkifli BJ
Sabtu, 29 Oktober 2011
KOMPAS.com

Otomotifnet
Ada yang unik pada sesi tes drive crossover anyar, Geely LC Cross pekan ini. Pasalnya, LC Cross tidak hanya diuji dengan perjalanan antar kota di kondisi jalan raya seperti umumnya, akan tetapi paduan Citycar dan SUV ini juga di tes ala balapan slalom.

Yup, uji slalom dilakukan di lapangan parkir hotel Sindang Reret, Lembang yang juga merupakan check poin tes drive. Dengan uji slalom, mobil dipaksa meliuk dan melakukan manuver cepat nan ekstrim diantara jajaran kun untuk mendapatkan waktu maksimal.

Hasilnya terbukti handling LC Cross sukses meliuk di kun. Berkat rem bersistem ABS dan EBD, grip roda terasa mantap saat late braking. Belum lagi ukuran mobil yang kompak didukung ukuran wheelbase 2340 mm, LC Cross makin stabil dan lincah saat meliuk.

Bahkan saat rekan dari media tabloid Otomotif menyiksanya dengan manuver ekstrim hingga oversteer, mobil bermesin 1.300 cc ini tampak mantap menempel di aspal dan tidak melintir atau limbung walau memiliki ground clearance setinggi 160 mm.

Selain fitur di atas, suspensi LC Cross juga cukup nyaman untuk ukuran mobil perkotaan, walaupun karakternya sedikit lebih keras dari saudara citycarnya Panda.

Sumber :
mobil.otomotifnet.com
Penulis : Ilham | Text Editor : Bagja | Foto : Ilham
Sabtu, 29 Oktober 2011

Written by Joseph Setiawan

October 29, 2011 at 10:24 PM

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. saya tertarik dengan geely lc cross. tp yg saya takut kan bagai mana nasib ke depan ny, apakah akan mengalami nasib seperti chery QQ.
    menurut analisa bapak gimana?
    mohon pencerahan ny. trimakasih

    jason

    December 7, 2011 at 1:17 AM

    • Saat ini agak sulit untuk menjawab apakah nasib Gelly akan seperti Chery.
      Suka atau tidak suka walaupun principle yang langsung membuka kantor perwakilan serta penjualan di Indonesia tidak berarti akan langgeng.
      Mereka akan tetap melihat skala bisnis, jika menguntungkan akan diteruskan dan sebaliknya.
      Jika melihat perkembangan pangsa pasar mobil non Jepang & Eropa di Indonesia, trend pertumbuhannya cukup lambat.
      Seperti Ford, walaupun secara % pertumbuhan cukup baik tetapi secara volume tetap masih kecil, sama halnya juga dengan Mazda.
      Mazda pun sempat berganti agen di Indonesia beberapa kali.

      Jika mau mencoba membeli mobil gelly, saya lebih menyarankan agar membeli dari pasar second hand krn tingkat depresiasi harga yang cukup tinggi.
      Sebelum membeli tidak ada salahnya meminta test drive karena kelemahan utama mobil gelly ada di suspensi & kualitas interior.

      Joseph Setiawan

      December 7, 2011 at 5:34 PM

  2. Benar.. Masih banyak kelemahannya, 1.Tanjakakan kurang banget 2.Suspensi depan keras 3.interior masih kaku modelnya 4.mesin terlalu berisik,apalagi klo nyalain AC 5.pintu bagasi belakang susah di tutup klo ban serep nya d lepas.

    Mukti

    March 4, 2014 at 11:14 AM

  3. Kekukarangannya banyak…..pada tiap mobil beda2. Untuk engine dan transmisi seperti gak sesuai dan kualitasnya benar2 memprihatinkan untuk durabiltynya, Panda dan LC Croos sama di engine dan transmisinya. Spek sama kualitas juga sama jadi jangan kaget bila nanti problem yg muncul juga sama. Ditunjang dengan pelayanan dealer yg amburadul manajemennya maka jangan kaget bagi yang sudah memakai produk Geely kalau nantinya bernasib sama dengan produk cina yang sudah beredar sebelumnya.

    omGiek

    September 28, 2014 at 9:25 AM

  4. Saat ini saya memiliki Chery QQ tahun 2009 yg sy beli scr sekon thn 2011. Jadi skrg sdh berumur 4 thn. Mobil sy pake ke t4 kerja pp sepanjang 25 km per harinya (cukup lelah juga). Km saat ini sdh 75km. Selama sy pakai sdh ganti handle pintu, bak penampung radiator, kopling set (matahari, dek laher, kampas kopling), laher roda, juga bbrp komponen kaki2. Awal pembelian memang mrpk experiment teman2 yg bekerja di perbengkelan. Tidak ada satupun toko onderdil di kotaku yg jual onderdil Chery QQ. Namun stlh onderdil tsb dipreteli & dibw ke toko onderdil (yg biasanya jual onderdil toyota, mitubishi, isuzu, Daihatsu, Suzuki, mazda, chevrolet), mk pemilik tokopun menyarankan utk diberi saja persamaannya. Wal hasil: bak penampung radiator menggunakan Chevrolet, koplingset menggunakan py karimun, laher pake future, konon gearboxnya mirip carry 1000. Ada sedikit perubahan di dudukan, ya cm di bubut, diganjal, ditali dll yg kuat. Meski tdk standar pabrik pembuatnya, toh mobil sy hingga kini melaju sama spt sewaktu sy beli dulu. Artinya dgn rekayasa local, penggantian sparparts tsb tdklah mslh. Singkat waktu: bengkel kawan2 sy itu berani menerima servis semua merk mobil. Seiring dgn bergulirnya waktu, teman2 sy yg “hanya” lulusan STM mengambil kesimpulan bahwa : TERNYATA MOBIL MEMILIKI ONDERDIL YANG BISA SALING MENGGANTIKAN. KALAUPUN ADA PERUBAHAN BENTUK, DUDUKAN, SEKRUP DLL SEMUA BISA DIATASI DENGAN TEKNIIS BUBUT, LAS DAN TEKNIS PERBENGKELAN YG SEMUA ANAK STM MESTI SDH PAHAM. Jadi, mengapa kita ragu untuk mengambil mobil Cina atau mobil eropa yg merknya aneh2 macem Citroen, Renault dll, terutama dgn sparpartnya? Waalahu a’lam. (Bowo, Purbalingga, Jawa Tengah. Email: erirw@yahoo.com)

    Bowo

    January 8, 2015 at 2:56 PM

    • Boss saya dri kebumen ,bolehkah saya minta no hp nya ?

      parjiran

      June 26, 2016 at 12:14 PM

      • nol delapan lima tujuh empat tujuh nol nol nol satu satu sembilan (maaf lama nggak buka blog ini. mlh lupa kl pernah nulis. cherry qq nya msh ditangan sy mas. enak juga…). malah kini mo nambah, tapi biar tambah wawasan mau nurunin geely lc cross….he..he…..

        Bowo

        November 6, 2016 at 12:27 AM

  5. mas Ilham mau kontak-kontak mas ilham bisa lewat mana?
    saya ada keperluan untuk bertanya soal otomotif di Indonesia untuk skripsi saya

    salam

    mike

    March 3, 2015 at 1:35 PM


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: