Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Kapan saat ban harus diganti

leave a comment »

Ketika Anda memilih mudik menggunakan kendaraan pribadi, perlu lebih teliti mengecek kondisi mobil. Tidak cukup hanya mesin yang disetel ulang, tetapi ban juga harus diperhatikan. Ban adalah salah satu elemen penting sebuah kendaraan. Bagian inilah yang selalu bersentuhan dengan jalan sekaligus menjadi tumpuan beban yang dibawa dan bobot kendaraan.

Berikut ciri-ciri ban yang wajib diganti:
1. Paling gampang, memeriksa ketebalan kembang ban. Jika sudah botak atau halus (kembang sudah hampir sejajar batas dasar ban), wajib diganti! Ban botak rawan selip pada permukaan jalan basah atau berpasir. Karena botak, hambatan gelinding makin besar (boros bahan bakar). Paling riskan, karena hambatan geseknya bertambah, telapak ban cepat panas (nantinya menjalar ke dinding). Nah, kondisi terakhir membuatnya makin mudah meletus saat mobil terus dikebut. Kemampuan mobil berhenti saat direm mendadak dengan ban seperti ini juga berkurang.
2. Kembang tidak merata. Salah satu sisi tipis dan lain tebal. Hal tersebut terjadi karena sudut-sudut keselarasan roda depan atau setir sudah tidak normal dan harus di-spooring. Kalau bagian tengah yang botak, berarti tekanan ban terlalu tinggi. Sebaliknya, kalau bagian pinggir yang botak, berarti tekanan angin sering rendah. Juga ada kondisi botak setempat. Untuk itu, tidak hanya spooring yang harus dilakukan, bila perlu sokbreker diganti.
3. Pernah ditambal atau bocor. Masih bisa ditoleransi, dianjurkan untuk mengurangi kecepatan. Ban yang sudah pernah bocor, khususnya ban dalam, rawan bocor lagi dan tentu saja membahayakan.
4. Karet. Jika ada bagian yang retak-retak, berarti karet sudah mengeras atau tidak elastis. Karena perjalanan jauh dan muatannya banyak, disarankan untuk mengganti.
5. Benjol. Ketika menghajar lubang cukup besar, ban bisa saja benjol karena serat atau kawat di lapisan dalamnya sobek. Jika diteruskan, benjolan ini akan semakin besar dan risikonya kecelakaan (pecah ban).
6. Warna pudar atau menjadi abu-abu. Penyebabnya, berarti sering kena panas. Saran, sebaiknya juga diganti!

 

Sumber :

Donny Apriliananda
Zulkifli BJ
Selasa, 7 Agustus 2012

KompasOtomotif

Written by Joseph Setiawan

October 18, 2012 at 11:22 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: