Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Test Drive Hyundai Grand Avega

with 2 comments





Berikut ini beberapa ulasan yang dikumpulkan untuk hasil test drive Hyundai Grand Avega.
Tujuan halaman ini diwakili oleh beberapa media adalah agar lebih netral & fair.

Ulasannya adalah sbb:
1. Fun trip bersama Hyundai Grand Avega dari Jakarta-Jogjakarta memang terbukti dapat menguras kemampuan mobil yang dilepas Rp 159,8 – 169,8 juta ini, termasuk urusan kecepatan.

Bagaimana tidak, dalam kondisi standar saat OTOMOTIFNET.COM melakukan pengetesan di jalan tol Cikampek, sanggup menggeber Grand Avega hingga kecepatan 180 km/jam!

Yup, kecepatan tersebut diraih menggunakan dari mobil bertransmisi manual 5-speed ini. Di jalan tol Cikampek dalam kondisi lengang. Saat melaju, akselerasi dikecepatan 100 menuju 180 km/jam terasa berisi. Tak ada gejala bergetar maupun noise pada hatchback lima pintu ini.

Bahkan, jika jarak trek lebih panjang diyakini Grand Avega dapat menyentuh kecepatan 190 km/jam atau lebih. Sebab, putaran mesin saat memasuki kecepatan 180 km/jam masih stabil di angka 4.000 rpm.

Selain itu, saat dibawa berjalan santai di lintasan Pantura, Grand Avega tetap terasa nyaman. Perpindahan antar gigi pun terasa halus, tanpa adanya gejala lag. Akselerasinya yang mumpuni juga membuatnya makin lincah dan bertenaga saat dipaksa menyalip truk dan bus yang ramai di jalur Pantura.

Asiknya lagi, meski dapat dipacu kencang Grand Avega tidaklah boros. Konsumsi BBM rata-rata pada kecepatan 80-100km/jam diputaran mesin 3000-4000 rpm sekitar 9 liter per 100 km. Hal ini terlihat dari indikator konsumsi bbm yang terdapat pada panel speedometer.

Raihan ini tampaknya tak berlebihan, mengingat Grand Avega mengandalkan mesin Gamma DOHC berkapasitas bersih 1396 cc. Jantung mobil berkonfigurasi empat silinder sejajar ini mampu menyemburkan daya hingga 108 dk pada 6.300 rpm.

Sumber :
mobil.otomotifnet.com
Penulis : Ilham | Editor : Bagja | Foto : Ilham
Rabu, 28 September 2011
Test Drive Hyundai Grand Avega
Wow, Hyundai Grand Avega Standar Tembus 180 Km/Jam!

2. Setelah menyusuri Pesisir Selatan menuju Garut, Jawa Barat iring-iringan Hyundai Grand Avega hacthback kembali melibas aspal hitam menuju Jakarta dalam sesi 2 Media Fun Drive Hyundai Avega Hatchback.

10 Hyundai Grand Avega sudah siap di lobi hotel Sumber Alam dan Resort, Garut, Jawa Barat. Perjalanan start pukul 8:30 WIB. Didamping 1 mobil patwal Polda Metro Jaya dan 1 Sweeper, 10 mobil asal Korea itu kembali menunjukan kemampuannya. Trek yang dilalui terbilang mudah ketimbang uji coba sesi 1 Media Fun Drive Hyundai Avega Hatchbac. Namun konsentrasi penuh tetap dibutuhkan hingga prosesi uji coba berakhir.

Jalur yang dilalui adalah pedesaan Sampireun, kampung Legok Pulus hingga ke kawasan PLTP Kamojang. Para jurnalis berkesempataan menjajal suspensi dan kenyamanan kabin penumpang mobil Hyundai Grand Avega. Tanjakan dan turunan curam serta jalan berliku masih menghiasi perjalanan kami. Suasana itu menambah semangat untuk menaklukan medan dengan Hyundai Grand Avega.

Corporate Communication Dept PT Hyundai Motor Indonesia (HMI), Titie Febriastuti mengatakan test drive hari ke-2 tidak terlalu sulit. Para jurnalis diajak menikmati suasana perkampungan di daerah Jawa Barat.

“Trek hari kedua tidak sesulit perjalanan dari Yogyakarta ke Garut. Saatnya menikmati perjalanan dan suasana perkampungan di Jawa Barat,” ucap Titie.

Masih dengan mobil yang sama, detikOto mengendarai Hyundai Avega hatchback dilengkapi dengan mesin kapasitas 1.400 cc yang bisa melontarkan tenaga 108 Hp pada 6.300 rpm dan torsi 13,9 kg.m atau 136 Nm pada 5.000 rpm.

Rangkaian Hyundai Grand Avega terus berlanjut hingga ke salah satu tempat yang jarang dikunjungi yakni Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Kamojang. Di daerah itu kami sempat mampir dan berfoto bersama Hyundai Grand Avega, sesuai dengan tema yang diusung yakni Media Fun Drive.

Selepas PLTP iring-iringan Hyundai Grand Avega dihadang turun dan kelokan yang cukup sulit. Namun karena para insiyur Hyundai telah meramu Grand Avega sedemikin rupa, aral rintangan hampir tidak ditemui.

Perjalanan pun terus berlanjut hingga memasuki wilayah Majalaya, Jawa Barat hingga ke kota Bandung. Namun panjangnya iring-iringan kami sempat menggangu aktivitas warga setempat. Agar tidak terputus, saling selak terjadi di daerah tersebut.

Beruntung tidak terjadi apa-apa. Perjalanan pun berlanjut, dalam kesempatan uji coba kendaraan ini, PT HMI menyerahkan bantuan kepada SDN Pasir Benteng. Bantuan tersebut dititipkan kepada salah satu media cetak Bandung.

Tidak hanya itu, kepedulian Hyundai sebagai pabrikan mobil global lainnya adalah dengan bakti sosial berupa bahan bangunan kepada Yayasan Al Islam di Purwakarta, Jawab Barat.

“Ini salah satu bentuk tanggung jawab kami sebagai pemain industri mobil. Semoga apa yang kami berikan ini sangat berguna dan membantu proses belajar dan mengajar anak-anak sekolah,” kata Vice President Director PT HMI, Mukiat Sutikno.

Matahari pun mulai tenggelam, iring-iringan Hyundai langsung diarahkan ke Jakarta. Adapun tol Cipularang – tol Cikampek – tol lingkar luar Jakarta (JORR) dan finish di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta sekitar pukul 20:00 WIB.

Beruntung kesepuluh Hyundai Grand Avega tidak mengalami masalah berarti hingga sampai menyentuh garis finish. Jika diakumulasi, perjalanan Grand Avega mulai Yogyakarta – Garut- Jakarta berhasil menempuh jarak sejauh 672,2 km, dengan rincian Yogyakarta – Garut 419 km dan Garut – Jakarta (Pondok Indah Mall) 253,2 km.

Hyundai Grand Avega rata-rata mengkonsumsi bahan bakar minyak 1 liter BBM Pertamax untuk menjangkau jarak sejauh 13,5 km.

Sumber :
Minggu, 02/10/2011
Muhammad Ikhsan
detikoto.com

3. Tak hanya kemampuan mesin dari Grand Avega, ajang “Hyundai Grand Avega Media Fun Drive 2011″ yang digelar sejak Selasa (27/6) dengan menempuh jarak Jakarta – Jogjakarta juga membuktikan jika handling dan suspensi mobil ini tidak kacangan.

Peserta digoda untuk menguji sejak memasuki tol Cikampek, dimana trek yang cenderung lurus sepanjang lebih dari 70 km terbentang dan menggoda untuk menggeber mobil lebih kencang.

Dan saat hatchback anyar besutan PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) ini dipakai kebut-kebutan, tak ada gejala limbung atau setir yang membuang, sehingga pengguna lebih percaya diri saat menggeber mobil ini dikecepatan tinggi.

Selanjutnya, peserta yang terdiri dari 18 jurnalis dan 10 Grand Avega disuguhkan trek lurus nan terik di jalur Pantura menuju akhir etape satu di kota Purwokerto, Jateng yang memaksa untuk ber zig zag ria.

Maklum di siang hari jalur ini agak padat, terutama berkat truk lambat yang berada di sisi kanan jalur berseparator dan bus yang berhenti di lajur kiri.

Hebatnya, ketika dibesut di kecepatan 80 km/jam sembari ber zig zag, handling Grand Avega masih stabil. Ini tak lepas dari dukungan wheelbase 2.570 mm yang membuat Grand Avega terasa lincah.

Pengujian belum berakhir. Di perjalanan etape kedua yaitu jalur selatan Jawa, Grand Avega ditantang melintasi Purwokerto – Cilacap – Gombong – Jogjakarta melalui jalan legendaris yang di bangun oleh Deandels (Jalan Pos).

Dibalik jalur yang memiliki pemandangan indah dan sepi ternyata memiliki tantangan berupa jalanan sempit berkontur naik turun khas perbukitan, trek bergelombang dan tikungan-tikungan tajam. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Bahkan salah satu peserta sempat mual-mual di trek satu ini.

Sekali lagi terbukti, Grand Avega mampu melahap jalur alternatif tanpa masalah. Hal ini berkat penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dengan stabilizer dan tipe Coupled Torsion Beam Axle di belakang yang terasa empuk di kabin, namun tak membuat mobil ‘terbang’ saat dipacu.

Sumber :
Mobil.otomotifnet.com
Penulis : Ilham | Teks Editor : Bagja | Foto : Ilham
Sabtu, 01 Oktober 2011

Written by Joseph Setiawan

October 2, 2011 at 10:54 AM

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Saya sudah liat mobil ini berulang kali di show room atau di pameran….secara ditail komposisi material mobil ini sudah tidak kalah dengan mobil mobil sekelas Toyota Honda dll…cuma yg jadi agak kurang meching….pelek yg digunakan ring 14…( sayang….) kurang memberikan aura sporty, padahal bentuknya sudah okey banget….! Disain Ekterior dan Interior sangat bagus. Yang ingin saya tanyakan…bisa tidak peleknya di ganti ring 16 atau 17….? Saya ada rencana mengganti mobil lama saya dengan Hyundai Grand Avega. ( Maju terus Hyundai……. )

    karenz

    December 5, 2011 at 3:34 PM

    • Pada dasarnya semua mobil bisa diganti velg-nya dengan catatan :

      1. PCD / jarak antar lubang baut roda sama.

      2. agar tie road, ball joint, klaher roda tidak cepat rusak, maka penggantian velg dilakukan max 2 step diatas velg standard. Artinya untuk Grand Avega max velg 16.

      3. agar spedometer tetap akurat serta saat berbelok ban tidak mentok ke vender dalam / vender luar maka offset velg / lebar velg baru harus disesuaikan dengan kondisi mobil atau lebar ban diusahakan tetap sama dengan lebar ban standar dengan cara diameter keseluruhan ban & velg diusahakan sama, caranya velg 16 atau 17 yang dipadukan dengan ban ber profil tipis.

      Simulasi :

      1 inch = 2,54 cm

      Alternatif 1
      Alternatif 1
      velg standard : 14 inch = 35,56 cm
      ukuran ban standard :
      lebar 205 mm =
      profil ban 60 % =
      Ketinggian ban 24,6 cm

      Total diameter ban standard 60,16 cm

      velg pengganti : 16 inch = 40,64 cm
      ukuran ban standard :
      lebar 205 mm =
      profil ban 50 % =
      Ketinggian ban 20,5 cm

      Total diameter ban standard 61,14 cm

      Selisih 0,98 cm

      Alternatif

      Alternatif 2
      velg standard : 14 inch = 35,56 cm
      ukuran ban standard :
      lebar 205 mm =
      profil ban 60 % =
      Ketinggian ban 24,6 cm

      Total diameter ban standard 60,16 cm

      velg pengganti : 17 inch = 43,18 cm
      ukuran ban standard :
      lebar 205 mm =
      profil ban 45 % =
      Ketinggian ban 18,45 cm

      Total diameter ban standard 61,63 cm

      Selisih 1,47 cm

      Kesimpulan velg 15 dengan lebar ban 205 + profil 60% bisa digantikan dengan velg 16 dengan lebar ban 205 + profil ban 50% atau velg 17 dengan lebar ban 205 + profil ban 45%

      Selisih diameter ban yang lebih besar sedikit vs kondisi standard akan mengakibatkan kecepatan mobil sebenarnya sedikit lebih cepat dibandingkan dengan keadaan standar.

      Penggantian velg 16 atau 17 yang dipadukan dengan lebar ban yang tetap sama dengan ban standard tidak akan berakibat ban mentok ke vender dalam atau vender luar dari mobil. Jika memakai velg 17 & ban dengan tapak yang lebih lebar vs standard, maka akan ada resiko tie road, ball joint, klaher roda akan mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan usia seharusnya

      Jika memakai ban dengan tapak yang lebih lebar dibandingkan dengan standard sebaiknya di test terlebih dahulu untuk memastikan tidak mentok ke vender.

      Thank you.
      Joseph

      Joseph Setiawan

      December 6, 2011 at 3:33 PM


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers

%d bloggers like this: