Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Serba Serbi Mesin Diesel

with 53 comments

A. gejala mesin tersendat-sendat saat berjalan atau saat digeber ke RPM tinggi mesin mengalami batuk-batuk
Seperti kita ketahui bersama bahwa beberapa bulan terakhir ini kualitas Biosolar / Solar biasa (solar subsidi), sering tidak menentu.

Jika mobil Diesel kita mendadak mengalami gejala mesin tersendat-sendat saat berjalan atau saat digeber ke RPM tinggi mesin mengalami batuk-batuk maka :

Segera periksa filter bahan bakar (filter solar) mobil Diesel anda dan ganti jika perlu.

Pada bagian bawah Sedimenter (Diesel Mekanikal) atau rumah filter (untuk mesin-mesin Diesel Common Rail), buka keran kecil dan pompa sedimenter / rumah filter untuk membuang kontaminasi (air / kotoran, dll) yang tertampung pada sedimenter / rumah filter.

Setelah filter solar diganti, maka jika sesudahnya ada waktu, kunjungi bengkel untuk melakukan “Kuras Tangki” BBM.

Jangan kaget jika misalnya sekali waktu hal ini terjadi pada filter solar yang belum begitu lama diganti / belum mencapai 10.000 Km, resiko tersebut bisa saja terjadi jika kita secara rutin mendapat Biosolar / Solar yang kualitasnya buruk. (Walau sebetulnya filter solar yang mengalami mampet secara premature ini jarang-jarang terjadi)

Jika anda secara rutin menggunakan BioSolar / Solar subsidi maka ada baiknya pertimbangkan untuk campur dengan additive BBM (additive solar) yang berkualitas, additive BBM yang bersifat pelumasan / pembersih / water remover.

Atau tambahkan sedikit Solar non subsidi ke Biosolar yang anda gunakan. Solar non subsidi seperti Pertamina DEX / Total Diesel / Shell Diesel / Petronas Diesel, dengan ratio minimal 1:10 – 2:10 (10 untuk Biosolar-nya / Solar-nya).

Dari pengalaman team APG selama hampir 5 tahun memelihara mobil Diesel Common Rail, penambahan sedikit additive BBM ke Biosolar + menambah sedikit solar non subsidi ke Biosolar turut membantu memperpanjang usia pakai filter solar serta menjaga kondisi tangki BBM tetap bersih. (Selalu gunakan BioSolar dari SPBU yang terpercaya).

B. Di masa lalu ada persepsi bahwa mesin Diesel itu kurang tahan lama & jika rusak biaya perbaikannya akan sangat mahal.

Benarkah demikian ? Apa sebab ?
Mari kita analisa…

Mengenai biaya reparasi mahal, Ya! Memang benar, karena komponen-komponen internal mesin Diesel didisain sangat robust.

Mengenai “konon cepat rusak” :
Di masa lalu mesin mesin Diesel untuk kendaraan penumpang / SUV / MPV kebanyakan tidak menggunakan Turbo alias Normal aspirated dengan spesifikasi Output Power yang boleh dikatakan “pas-pasan”.

Berhubung banyak user yang merasakan faktor Underpowered, maka tidak sedikit user yang men-tune mobil Dieselnya dengan membesarkan supply solar / meningkatkan AFR (Air Fuel Ratio) tetapi TANPA dibarengi peningkatan supply udara yang sepadan.

Nah, apa yang akan terjadi ?

AFR menjadi rich atau sangat rich & EGT (Exhaust Gas Temprature) dipastikan meningkat dengan signifikan.

Di masa lalu hanya sedikit sekali user yang aware dengan faktor EGT ini, kebanyakan hanya memperhatikan faktor opasitas & ada yang “cuek” jika knalpot ngebul, yang penting larinya enak.

Ditambah lagi dengan pemahaman yang keliru mengenai hubungan antara AFR vs Suhu mesin, dengan menganggap fenomena yang terjadi pada Diesel sama seperti mesin Gasoline dimana AFR makin Rich = mesin makin dingin, padahal pada mesin Diesel yang terjadi adalah sebaliknya dimana AFR makin Rich = mesin makin panas / EGT makin tinggi.

Ini karena proses pembakaran pada mesin Diesel bersifat “Compression Ignition” dimana bahan bakar terbakar sendiri karena udara yang sangat panas oleh tekanan yang tinggi, maka jika semakin banyak bahan bakar yang disemburkan, panas yang dihasilkan akan semakin besar, ibarat kompor minyak tanah.

Pada mesin Diesel, tingkat Opasitas yang tinggi umumnya berkorelasi erat dengan EGT.

Mesin Diesel yang dalam operasinya sering mengalami EGT yang tinggi, maka akan cepat mengalami “Metal Fatigue” dan berujung dengan retak rambut pada cylinder head, dan lain-lain yang akhirnya harus turun mesin untuk perbaikan dan biayanya tentulah mahal.

Adapun juga beberapa tipe mesin Diesel Normal Aspirated dengan konstruksi blok yang tidak seberapa robust, akhirnya bermasalah ketika dipasangi Turbo, apalagi jika boost Turbo di set agak besar.

Berkembangnya Trend High Pressure Injection System & Penggunaan Turbo Sebagai Opsi Standard dari Pabrikan Kendaraan :
Seiring dengan berkembangnya trend system Injeksi tekanan tinggi & penggunaan Turbo serta Intercooler pada mesin-mesin Diesel modern, membuat Power to Capacity ratio (rasio Power terhadap kapasitas mesin) mesin Diesel menjadi lebih baik, juga supply udara yang lebih mumpuni saat mesin di-Tune, juga konstruksi mesin yang memang sudah disesuaikan oleh pabrikan untuk beroperasi dengan Turbo secara aman.

Ditambah lagi semakin meningkatkanya kesadaran pengguna akan faktor EGT dengan memasang EGT meter di mobil Dieselnya yang sudah dimodifikasi.

Juga dengan semakin banyaknya pilihan bahan bakar Diesel yang berkualitas atau banyaknya pilihan Solar non Subsidi serta pilihan additive-additive Solar yang berkualitas.

Dengan semakin tingginya spesifikasi output mesin-mesin Diesel masa kini, makin baiknya kualitas pelumas, Trend Turbocharger & pemahaman akan faktor EGT, maka seharusnya hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari dan mesin Diesel akan dapat terus beroperasi dengan baik dalam waktu yang amat sangat panjang.

C. Mesin Diesel dikenal sebagai mesin yang efisien serta Fun to Drive (mesin Diesel modern ber-ECU) karena karakteristik torsi yang besar sejak RPM rendah.

Hanya saja suara & getaran mesin Diesel umumnya lebih terasa dibanding mesin Gasoline. Tetapi dengan perlakukan yang tepat sebetulnya kita dapat mengurangi suara & getaran mesin Diesel dengan cukup signifikan.

Beberapa metode yang bisa dilakukan di antaranya :

1. Meningkatkan Daya Lumas Diesel Fuel (Solar)
Daya lumas solar (Diesel Fuel) adalah sangat penting, dimana Diesel Fuel harus mampu memberikan pelumasan yang baik terhadap pompa injeksi mesin Diesel.

Sebab pompa injeksi pada mesin Diesel itu ibarat sebuah kompressor yang mana membutuhkan pelumasan untuk piston-piston & plunger-plungernya, agar piston kompressor bekerja lebih ringan, plunger-plunger bekerja lebih maksimal.

Daya lumas Diesel Fuel kadang menjadi kurang maksimal apabila Diesel Fuel terkontaminasi zat-zat lain seperti air / kerosene / Gasoline atau jika mendapat Diesel Fuel dengan angka Parafin yang agak rendah.

Maka untuk meningkatkan daya lumas pada Diesel Fuel bisa dilakukan dengan menambah additive bahan bakar yang bersifat Lubricant / pelumasan atau menggunakan Diesel Fuel berkualitas baik dengan kandungan additive yang lengkap.

Daya lumas Diesel Fuel yang baik terhadap pompa injeksi akan membantu mengurangi beban kerja mesin dalam memutar pompa injeksi.

2. Peningkatan Cetane Number (CN)
Peningkatan angka Cetane dengan Cetane Booster atau menggunakan Diesel Fuel dengan CN yang tinggi (51 – 54) juga akan membantu menyempurnakan proses pembakaran yang mana salah satu efeknya juga akan membuat suara & getaran mesin Diesel menjadi lebih halus.

Dengan angka Cetane yang lebih tinggi maka akan membuat proses pembakaran menjadi lebih ‘instant’ alias mengurangi proses pembakaran yang panjang atau yang disebut ‘Self Ignition Delay’ (SID).

SID inilah yang turut membuat getaran dan suara mesin Diesel menjadi lebih besar, SID disebabkan penggunaan Diesel Fuel dengan CN yang rendah (48 atau lebih rendah).

3. Purging
Pembersihan Injector & Nozzle membuat pengabutan lebih sempurna, sehingga pembakaran lebih optimal, berpengaruh terhadap getaran mesin (Lihat artikel Purging sebelumnya).

4. Penggantian Filter Solar Secara Teratur
Filter solar yang sudah agak mampat, secara otomatis akan turut membebani kerja pompa injeksi dalam menghisap bahan bakar, maka itu filter solar sebaiknya diganti secara teratur.

5. Penggunaan Pelumas yang Berkualitas

6. Engine Mounting
Bagi mobil Diesel yang sudah berusia di atas 3 – 4 tahun atau sudah menempuh jarak di atas 70.000 Km biasanya engine mounting mulai getas & agak gepeng, membuat getaran mesin menjadi lebih terasa di body mobil. Jika engine mounting sudah mulai getas / agak gepeng, maka gantilah engine mounting.(catatan : Usia pakai Engine Mounting tiap-tiap mobil Diesel adalah berbeda-beda).

D. Pelumasan oleh Diesel Fuel (solar) pada pompa injeksi mesin Diesel sangatlah penting, apalagi seiring perkembangan mesin Diesel modern yang dilengkapi sistem injeksi bertekanan tinggi dengan tekanan maksimum sebesar 1350 Bar atau lebih.

Jika kita menilik anatomi pompa injeksi Common Rail (sebagai contoh), maka terlihat jelas bahwa pompa injeksi Common Rail sangat mirip dengan kompressor udara, hanya saja pompa injeksi Common Rail memompa fluida dengan tekanan yang amat sangat jauh lebih besar. (Lihat gambar)

Satuan daya lumas Diesel Fuel (solar) adalah dengan satuan HFRR (High Frequency Reciprocating Rig) dimana angka HFRR semakin rendah menandakan daya lumas solar semakin baik dan sebaliknya. Standard angka HFRR maksimum sesuai Engine Manufacturers Association adalah sebesar 460 (460 micron). Jika angka HFRR di atas 460 maka daya lumas solar dianggap kurang baik dan dapat menyebabkan komponen pompa injeksi aus secara prematur.

Sebetulnya angka sulfur yang rata-rata masih cukup tinggi pada solar yang dijual di Nusantara ini cukup membantu daya lumas solar (walau sulfur turut menyebabkan jelaga pada gas buang), hanya saja sering kita jumpai solar yang terkena kontaminasi.

Aspek-aspek yang menyebabkan berkurangnya daya lumas Diesel Fuel (solar) khususnya pada Solar subsidi di Indonesia :
- Kontaminasi air
- Minimnya kandungan additive pada Solar / Biosolar subsidi

Solusi untuk memperbaiki daya lumas solar yang dicurigai terkontaminasi zat cair lain bisa dengan :
- Menambah additive solar yang mengandung Lubricating agent
- Menambah BioDiesel sebanyak 2% dari total volume solar (pastikan BioDiesel berkualitas yang berstandar SNI, bebas dari kandungan air dan Iodine)

Jika dalam keadaan terpaksa dimana 2 hal di atas tidak tersedia, maka bisa tambahkan sedikit oli 2T – Low Smoke (AshLess lubricant) sebanyak 100 cc untuk setiap 50 L solar, hanya saja untuk penggunaan jangka panjang tidak disarankan karena adanya “Ash Additive” pada oli 2T Low Smoke ini dikhawatirkan dapat membuat endapan pada ujung Nozzle.

Untuk perawatan reguler pada kendaraan Diesel yang menggunakan solar subsidi maka additive untuk solar yang mengandung zat pelumas sekaligus zat pembersih dan water remover sangat disarankan, atau campur solar / biosolar dengan solar non subsidi yang dimana memiliki kandungan additive yang lengkap.

Demikian ulasan team APG mengenai pentingnya daya lumas solar, nantikan artikel lain menyangkut serba-serbi mobil Diesel.

Sumber :
APG

Written by Joseph Setiawan

September 3, 2011 at 7:36 AM

53 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. mohon dibantu, apakah pajero sport exceed dapat mengunakan biosolar?
    Terima kasih

    Hengki

    October 5, 2011 at 10:54 PM

    • Dear P’Hengki;

      Pajero sport yang sudah menggunakan teknologi mesin common rail sejatinya membutuhkan kualitas solar dengan spesifikasi :
      – cetane number minimal 48
      – kadar sulfur max 300 ppm

      Secara umum kualitas bahan bakar yang ada di Indonesia adalah :
      1. shell & sejenisnya, cetane number 48 – 52, kadar sulfur +/- 50 ppm
      2. pertamina dex / solar dex, cetane number 54 – 56, kadar sulfur +/- 300 ppm
      3. pertamina biosolarl, cetane number 48 – 51, kadar sulfur +/- 500 ppm
      4. pertamina solar subsidi, cetane number max 48, kadar sulfur > 500 ppm

      Pajero sport secara umum dapat mengkonsumsi bio solar dengan beberapa konsekuensi:
      1. penurunan tenaga yang dihasilkan mesin akibat kadar sulfur sehingga performance keseluruhan akan menurun
      2. perlu penggantian filter solar lebih cepat dari yang seharusnya karena kadar sulfur pada bio solar adalah 500 ppm
      3. pada beberapa kasus dimana filter solar telah mampat, maka beberapa pengguna mengalami kasus mesin ngadat di jalan alias mogok.

      Solusi yang ditawarkan dari Krama Yudha selaku atpm resmi mitsubishi adalah penambahan alat khusus bernama Double Fuel Filter.
      Parts ini berfungsi untuk menyaring kotoran dan unsur perusak hingga dua kali lipat sehingga solar yang masuk ke supply pump lebih bersih
      Double fuel filter kit ini terdiri dari 2 buah fuel filter, 2 buah sensor separator, bracket, hose keep assembly, dan body fuel filter itu sendiri.

      Produk yang dibuat di Indonesia dengan lisensi resmi Krama Yudha Tiga berlian Motor Indonesia diklaim minim perawatan dan tidak merusak garansi resmi.

      Pengalaman pribadi yang saya alami saat menggunakan bio solar :
      1. pada innova diesel setelah +/- 20.000 km modal mengalami kendala berupa tidak bisa > 80 km per jam, menaiki tanjakan seperti di puncak.
      2. pada fortuner disel, setelah 3 x mengisi full tank dengan bio solar, tarikan menurun dan top speed hanya mencapai 115 km per jam.

      Kedua mobil menggunakan jenis mesin yang sama seperti pajero sport yaitu teknologi common rail.

      Setelah dilakukan penggantian filter solar, tune up, setting ulang, pembersihan exhaust system baru performa mobil kembali normal.

      Demikian penjelasan yang dapat saya sampaikan. Mudah2an membantu

      Best Regards
      Joseph

      Joseph Setiawan

      October 6, 2011 at 7:21 PM

      • Pak Joseph,
        Kalau pajero sport memakai teknologi converter dual fuel (bio solar + CNG) apa pengaruhnya terhadap performance kendaraan tersebut. terima kasih

        jakson

        July 27, 2013 at 8:08 PM

  2. pak, apa perbedaannya antara pertamina bio-solar dengan pertamina solar subsidi ? karena kedua hal tsb sangat membingungkan bagi saya sebagai orang awam.

    dan bagaimana saya bisa tahu kualitas solar yang dijual di SPBU ? (sebagai catatan saya tinggal di bandung). apakah SPBU yang berada di pinggiran kota / SPBU yang terlihat tidak terurus kemungkinan besar akan memliki solar dengan kualitas rendah / campuran ?

    mengenai pemasangan double fuel filter pada pajero exceed, bagaimana anatomi skema instalasinya ?
    apakah seperti ini : fuel tank (solar) —> fuel filter #1 —> fuel filter #2 —> engine ?

    kalau skemanya seperti di atas, dan jika fuel filter # 1 mampet, maka logikanya solar tidak akan keluar dengan lancar untuk masuk ke fuel filter # 2, kan ? dimana pasokan solar ke fuel filter # 2 akan tersendat dan pada akhirnya sedikit fuel yang akan keluar dari fuel filter # 2 untuk masuk ke engine ? dan engine pun hanya akan menerima sedikit fuel supply, kinerja engine akan tersendat-sendat/ mogok.

    mohon penjelasannya.

    sinta_mymel@yahoo.co.id

    February 6, 2012 at 1:02 AM

  3. Dear Ibu Shinta;

    Bio diesel vs solar biasa bedanya adl :
    1. Solar = bahan bakar fosil 100%
    2. Bio diesel = solar 95% + CPO 5% (Crude palm oil / nabati yang diolah kembali)

    Kualitas solar di spbu yang kurang bagus memiki resiko :
    1. Solar tsb sudah cukup lama tidak terjual sehingga :
    A. Kandungan air lebih tinggi. Hal ini bisa diakibatkan oleh embun yang terperangkap di dalam tabung atau kebocoran pada tangki timbun
    B. Kandungan cetane number yang sudah turun krn tersimpan cukup lama
    C. Kebersihan solar berkurang krn endapan kotoran yg terdapat pada tangki timbun
    2. Sebaiknya mencari pom bensin yang cukup bersih dan agak ramai untuk mencegah resiko tsb diatas

    Double filter :
    1. Benar jika filter ke 1 mampat akan menyebabkan pasokan solar ke filter ke 2 dan injector juga mengecil shg tetap ada resiko mobil mogok
    2. Double filter sebenarnya adl tindakan pencegahan atas kemungkinan kerusakan yg lebih besar
    .
    3. Sebaiknya jika telah menggunakan mobil dengan teknologi common rail menggunakan solar dengan kadar sulfur max 300 ppm

    Manfaat double filter :
    1. Jika menggunakan solar yg buruk, maka diharapkan dengan 2x penyaringan solar yang masuk ke injector dan ruang bakar akan lebih bersih
    2. Jika kendaraan sampai mogok krn kualitas solar, maka cukup melakukan penggantian ke 2 filter solar tsb.
    3. Jika tidak memakai double filter, umumnya kerusakan juga terjadi pada ;
    A. Injektor
    – biaya perbaikan antara 1 s/d 2,5 juta tergantung jenis kerusakan
    B. Internal mesin – biaya perbaikan antara 2,5 s/d 20 juta tergantung kerusakan
    C. Catalyc converter
    – biaya penggantian sekitar 3 s/d 5 juta.
    4. Hasil pada point 3 tsb adl :
    A. Biaya lebih besar
    B. Waktu perbaikan lebih lama

    Untuk menghindari mengisi solar di pinggir kota dengan kualitas spbu yang meragukan bisa dilakukan dengan :
    1. Mengisi solar walaupun belum habis jika sudah mengetahui akan ke area dengan kualitas spbu meragukan
    2. Menambahkan additive solar spt yang disebutkan pada artikel diatas

    Demikian penjelasan saya, mudah2an dapat membantu.

    Sincerely;
    Joseph

    joseph setiawan

    February 6, 2012 at 12:42 PM

  4. Terima kasih banyak untuk penjelasannya, sekarang saya mulai mengerti.

    Bagaimana saya dapat menemukan SPBU yang menjual bio -solar ? Apakah ada tanda khusus yang menyatakan mereka menjual bio solar, seperti layaknya tanda yang membedakan mana premium, pertamax dan pertamax plus ?

    sinta_mymel@yahoo.co.id

    February 6, 2012 at 9:01 PM

    • Dear Ibu Sinta;

      Sepanjang yang saya ketahui, pom bensin yang menjual bio solar tertulis di sign board mereka : bio solar. Kelebihan bio solar adl kadar sulfurnya relatif lebih rendah vs solar biasa.

      Demikian penjelasan saya. Mudah2an membantu.

      Sincerely;
      Joseph

      joseph setiawan

      February 6, 2012 at 10:57 PM

  5. mohon bantuannya. mobil pajero exceed sy sdh berjalan 37rb km. belum lama setelah servis 35rb km mulai mengeluarkan asap tebal pd saat langsam, padahal dr baru selalu diisi solar dr shell & oli mesin mobil1. apa penyebabnya? terima kasih sebelumnya.

    Romi

    August 15, 2012 at 7:37 PM

    • Dear Pak Romi;

      Asap tebal ada 2 jenis:
      1. warna putih :
      – pada pagi hari, kemungkinan disebabkan adanya embun air yang terperangkap akibat kondensasi pada proses pendinginan knalpot malam sebelumnya.
      Jika ini terjadi maka setelah mesin & knalpot panas akan perlahan lahan menghilang
      – jika selalu ada, asap putih pada mesin diesel bisa disebabkan adanya solar yang tidak terbakar secara sempurna. Solusinya adl setel ualng mesin pada jaringan bengkel resmi
      – jika selalu ada & mesin telah di setel ulang, coba dilakukan pemeriksaan pada turbo & klep gas buang.
      2. warna hitam : kemungkinan besar filter solar telah butuh penggantian.

      Thanks
      Joseph

      Joseph Setiawan

      October 11, 2012 at 11:40 PM

  6. kalau kualitas solar minimal belum merata, mengapa ya beberapa atpm berani melepas mesin diesel dengan teknologi commonrail ? (di beberapa sumber, atpm lainnya belum berani melepas produk dieselnya di indonesia karena masalah kualitas solar)

    drjerispm

    September 9, 2012 at 8:17 AM

    • Dear Pak Drjerispm;

      Bererapa atpm melepas berani produknya karena pertimbangan tertentu spt:
      BMW : mereka yakin bahwa pengguna kendaraan mereka akan menggunakan bbm non subsidi
      Mitsubishi : Mereka menawarkan opsi menggunakan double filter untuk mencegah mogok akibat kualitas bbm serta menawarkan penggantian filter solar lebih cepat dari seharusnya jika indikasi filter solar sudah bermasalah
      Toyota : mereka mengganti filter solar tidak sehalus seperti filter solar yang mereka gunakan di Jepang.
      Ford : produk mereka sudah di test dengan solar lokal dan sudah dilakukan beberapa penyesuaian sehingga bisa dipakai secara normal di Indonesia dengan catatan bahwa performa mesin akan sesuai dengan kualitas solar yang dipakai
      Chevrolet : mereka memberikan opsi perawatan yang berbeda jika konsumen menggunakan solar subsidi seperti penggantian filter solar lebih cepat, melakukan pembersihan sistem gas buang dengan interval yang lebih cepat, melakukan pembersihan sistem injeksi dengan interval yang lebih cepat

      Setiap atpm tentu ingin memiliki varian produk yang cukup luas sehingga penetrasi produk akan lebih baik di pasar tetapi mereka akan sesuaikan dengan pertimbangan bisnis sesuai dengan target bisnis mereka.

      Thanks
      Joseph

      Joseph Setiawan

      October 11, 2012 at 11:41 PM

  7. mohon info merek cetane bosster yang terbaik dan jual di pasarannya yg mudah di dapat dan masalah harganya juga untuk hyundai H1 CRDI dan perbandingan pemakaian dengan solar subsidi.. bagaimana caranya.. sekedar info H1 full tank 75 lt

    rully

    October 12, 2012 at 3:45 PM

    • Selama ini mobil captiva diesel dan pajero diesel ane, pake merk primo nitro diesel, CEtane NUMBER NYA tinggi sampe 8 angka, harganya juga lebih murah, sekitar 82.500 + solar Rp. 390.000 (60 Liter), jadi dengan Rp 472.500 jauh lebih murah dibandingkan dengan Shell DEX Rp 720.000 (60 liter), hasil kenaikan CETANE numbernya lebih tinggi dari DEX. Untuk truk cold diesel ane make 50% aditif solarnya karena sdh naikkan CETANE number seperti DEX sampe 4 angka. Jenis aditif solar ini lebih komplit, ada pelumas anti gesek sehingga tarikan lebih ringan dan juga pembersih injector sehingga ane ga pernah lagi bersihin injector setiap 10.000km atau 20.000km, karena pernah ane bersihkan setelah 30.000 masih bersih injektornya kata orang bengkel, maka ane confident pake aditif solar ini + solar biasa saja.

      franky

      June 22, 2014 at 4:19 PM

  8. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  9. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  10. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  11. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  12. Kenapa Ford Ranger saya waktu distarter lama hidupnya? Ada yg blg hrs kuras tangki dan ada yg blg kompresi sudah turun. Waktu berjalan rasanya normal, tenaga tidak terasa drop dan tidak tersendat/batuk2 di rpm tinggi.

    Filter solar dan udara sudah diganti dan glow plug nya pun normal.

    Mohon pencerahan

    nyoman

    December 10, 2012 at 11:47 PM

    • Dear Pak Nyoman;

      Mohon maaf terlambat menjawabnya.

      Kemungkinan yang ada adl:
      1. Tolong cek pada kondisi aki. Mesin diesel membutuhkan kondisi aki yang prima. Jika aki sudah lemah, maka kemampuan aki untuk memutar mesin agar hidup menjadi berkurang.
      2. Coba cek apakah daya semprot injector masih bagus. Jika injector sudah lemah juga mempengaruhi saat di starter
      3. Jika masih kurang memuaskan, maka lakukan test kompresi mesin untuk mengetahui kondisi mesin secara akurat sehingga penyebabnya bisa diketahui secara spesifik

      Regards
      Joseph

      Joseph Setiawan

      January 2, 2013 at 2:10 AM

      • slmt malam pak…sy dwi apriyanto di lampung.trims buat artikel bapak yg bnyk membantu…maaf pak boleh sy konsultasi? sy pny phanter NHG thn 2000. baru dpt 2 bln yg lalu. kata montir mobil sy ini hrs turun mesin.cm sy blm yakin 100%. mobil sy klo digas2 keluar asap putih.semakin digas semakin tebal asapnya ( campur asap hitam) begitu idle tetep asap putih tipis..setelah sy panasi 10 menit sy gas2…lalu sy buka tutup oli mesin sy rasakan ada hembusan udara keluar tp sgera hilang.pas dibuka jg muncul asap tipis tp sgera hilang jg.kmudian sy tutup lg trs sy buka lg kejadian td berulang. oya pak pas waktu tutup oli td sy buka sy gas ada semprotan oli/oli nyiprat lmyn bnyk. apakah itu msh normal? terus suara mesin jg gak garing.kurang greng…greng…greng…gitu pak? suara mesin spt pincang…kata montir jg ini hrs service injeksi+nozle..apakah klo injeksi+nozle bs menimbulkan asap putih di knalpot pak? asap knalpot sy bau solar mnyengat dan pedih di mata….apakah hrs turun mesin pak?ciri2 hrs turun mesin gmn pak? selama 2 bulan itu mobil tiap hari dipanasi sekitar 10 menitan..sy cek oli ga berkurang pak..mobil blm pernah sy bw jalan2..jd cm digarasi saja..kilometer sudah 227rb km…apakah mmg sdh waktunya over houl pak? sekali mohon nasehat&pencerahannya pak? maaf tulisan dan bahas
        anya belepotan dan bnyk pertanyaan :-) terima ksh pak…sukses buat bapak

        yanto

        June 18, 2014 at 5:15 AM

  13. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  14. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  15. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  16. bung mau nanya apa efek pemakaian additive dlm jgk pajg trm ksh

    jamhuri

    January 13, 2013 at 6:45 PM

    • Dear Bung Jamhuri;

      Efek pemakaian additive jangka panjang :
      1. cairan, biasanya hampir tidak ada keluahan yang pernah saya dengar selama ini maupun yang saya alami sendiri. Keluhan yang pernah saya dengar hanya efek positif tidak sebaik yang diharapkan penggunanya. Banyak yang kurang tahu bahwa additive / octan booster hanya menaikan kira2 0,5 octane number saja sehingga memang dampaknya tidak terlalu significant
      3. tablet, pada beberapa kasut, additive dalam bentuk tablet meninggalkan sisa seperti bubuk yang pada akhirnya membuat filer di dalam tangki menjadi lebih cepat kotor & mampat.

      Mudah2an dapat menjawab.

      Sincerely yours

      Joseph Setiawan

      January 21, 2013 at 12:38 AM

  17. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  18. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  19. Pak josep, turbo pajero sport saya mengeluarkan suara aneh seperti suara kipas rusak like “ngiinnggg” di barengin suara khas turbo nguuuiiiinnggg.
    Sebelumnya supir saya nge-check filter udara. Setelah selesai, kami pergi ke luar kota. Gak lama bunyi suara “teekk” d bagain mesin. Setelah itu bunyi suara aneh d turbo dan mesin nyendat. Turbo kurang main.
    Saya check ternyata supir saya lalai. D bawah filter udara pajero kan ada busa, nah busanya ny itu kelipat dan masuk k saluran hawanya. Setelah d rapikan, turbo pn aktif kembali dan mesin ga nyendat lg.
    Tp suara aneh seperti “nggiiinng” yg saya jelaskan td ttp ada dan ga hilang”.
    Ada apa dgn turbo pajero saya ??
    Mohon balasannya pak joseph.
    Thx sebelumnya.

  20. makash boz bwt ilmunya.saya 2 mgu lalu mngalmi trobel diatas.stlh coba tips diatas masalah bs diatasi,walau kudu turun tangki yg trnyta isinya.. Ya Allah lumpur solar!

    wisnu

    April 12, 2013 at 10:14 AM

  21. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  22. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  23. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  24. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  25. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  26. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  27. thanx buat AGP yang sudah memberi uladannya…semoga dapat bermanfaat bagi para pencinta diesel di nusantara ini….salam sukses by MELINO

    melino

    July 28, 2013 at 12:26 PM

  28. Pak joseph sy mau nanya..sy pakai everest, apakah selalu semua mesin diesel menambah olie ? Atau hanya everest saja. Krn untuk pemakaian sekitar 500 km, kapasitas oli turun sedikit. Terimakasi

    iwan

    September 14, 2013 at 10:44 PM

  29. Mohon bantuannya pak,gimana cara mengganti fuel fiter FORD RANGER 2,2.

    iskandar

    November 26, 2013 at 5:13 AM

  30. Mohon bantuannya pak,gimana cara mengganti fuel fiter FORD RANGER 2,2.
    Sebelumnya trimakasih pak.

    iskandar

    November 26, 2013 at 5:15 AM

  31. Pak joseph mau nanya neh…beberapa kebetulan chevrolet captiva sy ada rembesan solar di pompa injector…kmrn sy bawa ke ahli pompa yg kebetulan bisa kalibrasi….setelah jalan sekitar 20 menit tenaga loss dan asap hitem ngebul. Apakah hal ini ada hubungannya dg pompa injector atau memang filter solar perlu diganti & perlu bersihin injectornya?
    Kalu mau service injector di bengkel spesialis bukan beres kira2 gmn? karena saya lihat ada bengkel spesialis yg authorized BOSH (kebetulan captiva juga pakai BOSCH)?

    adul

    December 30, 2013 at 8:10 PM

  32. gimana ya cara melihat solar yg angka cetanenya tingi diatas 49?

    Ricky

    January 19, 2014 at 7:16 AM

  33. pak joseph saya pakai kijang lsx tahun 2000 diesel, seringkali olinya habis, pas ganti oli, sisanya hanya sedikit saja, kenapa itu ya pak? apakah harus turun mesin ataukah ada cara lain yang lebih ekonomis? saya pernah baca dan lihat product nano apakah itu akan membantu permasalahan pada mobil saya? terima kasih pak

    shakaila

    February 5, 2014 at 1:57 PM

  34. Gmna cara mematikan chek engine yg nyala trs…? Pajero sport.

    Fery MAP

    February 11, 2014 at 11:18 PM

  35. Pak sy punya mitsubishi pajero temperatur 50 persen apakah masih normal mohon info nya trimah kasih

    tavip. e

    May 25, 2014 at 5:13 AM

  36. om mau minta tlong nih.ford ranger sy th 2005 ngga mau hidup soalnya udh dismpan kira2 2 bln yg lalu.skrg mau dihdpkan lg ga mau hdup.udah ganti glow flug jg blm hdup jg.udah dites dari lubang glow flug yg dicylnder head pas distar keluar kabut bau solar tp tetep aja ga mau hdup.minta tlong kira2 apanya y trims om.

    udi setiyadi

    June 10, 2014 at 4:40 PM

  37. saya mau tanya beda/manfaat low presure pd pajero sport 2011 keatas dgn fortuner yg hypresure,tq

    daniel kenny

    June 11, 2014 at 7:27 PM

  38. Pak maaf carra memperbaiki branstop kan mobil saya toyota kijang 2000 disel LV60 mobilnya nga bisa di star,teru kalu di dorong mobilnya hidup tapi distar ga nyala ga ada tenaga nya mhn bantuan yaa pak

    Marcelino Mentari

    July 24, 2014 at 6:44 PM


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers

%d bloggers like this: