Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Serba Serbi Mesin Diesel – Kualitas Bahan Bakar VS Teknologi Mesin

with 38 comments

Mesin diesel pada mobil-mobil baru saat ini, umumnya sudah dibekali teknologi common-rail. Sistem kerjanya memakai pengontrol katup solenoid elektronik, yang memungkinkan solar terinjeksi sesuai jumlah yang dibutuhkan. Konsekuensinya mesti menggunakan jenis solar sesuai standar yang dibutuhkan mesin diesel common-rail.

Syaratnya mesti memenuhi dua unsur penting, yaitu angka setana(cetane number) lebih tinggi serta kandungan sulfur yang lebih rendah. Pertimbangannya, jika partikel bahan bakar kontak dengan udara, solar akan sulit terbakar di ruang bakar. Kondisi ini akan mengakibatkan penundaan atau jeda pada proses pembakaran yang cukup lama. Sehingga bisa menyebabkan gejala detonasi (ngelitik) pada mesin diesel.

Semakin tinggi angka setana semakin baik, karena dapat mempersingkat durasi jeda pembakaran di ruang bakar. Efeknya gejala ngelitik bisa ditekan, sehingga tenaga mesin tidak berkurang.

Selain itu perlu memperhatikan kandungan sulfur (sulphur content) dalam solar. Sebab mesin diesel masa kini memang membutuhkan bahan bakar dengan kandungan sulfur rendah. Sebab material belerang ini bisa memicu karat, yang memungkinkan terjadinya penyumbatan di saluran-saluran kecil pada sistem common-rail.

Bisa dicermati dari spesifikasi bahan bakar solar beberapa produk, seperti Pertamina Dex. “Cetane number-nya minimum 54, maksimum sekitar 55-56. Sedangkan kandungan sulfurnya 300 ppm (parts per million),” kata M. Harun, vice president corporate communication PT Pertamina (Persero).

Mesin diesel common-rail umumnya butuh cetane number tinggi serta kandungan sulfur yang cukup rendah(kiri atas). Semakin bening warna solar, kandungan sulfur lebih rendah(kiri bawah). Penggunaan additive seperti cetane booster cukup efektif buat menaikkan angka setana(kanan).

Adapula Biodiesel (Pertamina) yang memiliki kandungan sulfur sekitar 500 ppm, dengan angka setana antara 48 (min)-51 (max). Bandingkan dengan solar standar yang punya sulphur content di atas 500 ppm, dengan cetane number maksimum 48.

Sedangkan solar produksi Shell, kandungan sulfur di dalamnya sekitar 50 ppm, dengan angka setana antara 48 (min) hingga 52 (max). Menurut Sri Wahyu Endah, media relations manager PT Shell Indonesia, Shell Diesel direkomendasikan untuk semua jenis mobil berbahan bakar solar. Lantaran bisa membuat mesin tetap bersih dan bebas dari deposit.

Nah tidak ada ruginya bersikap lebih selektif dalam menggunakan solar untuk mobil diesel Anda, ketimbang mesti berkorban lantaran mengalami kerusakan di kemudian hari.

Sumber :
mobil.otomotifnet.com
Penulis : Anton | Editor : Bagja | Foto : Anton
Jum’at, 30 September 2011

Written by Joseph Setiawan

October 2, 2011 at 2:31 PM

38 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Setahu saya, kadar sulfur Shell Diesel masih di atas 1000ppm dan kadar sulfur saat ini yang paling rendah adalah Pertamina DEX. Apakah benar kadar sulfur Shell Diesel sudah menurun drastis sampai di angka 50ppm dan jauh dibawah Pertamina DEX? Tolong diklarifikasi

    Peter

    November 2, 2011 at 2:40 PM

  2. Jadi, detonasi itu mungkin dialami mesin diesel kah? Mobil saya captiva diesel, saya merasa ada detonasi, tapi bengkel resmi menyatakan itu suara mesin diesel biasa atau efek dari “balance”. Mohon pencerahannya. btw saya isi bio solar, dan pernah dicampur redline 85+

    turbodiesel

    November 16, 2011 at 12:33 PM

    • Dear P’Indra;

      Mesin diesel pada dasarnya sama seperti mesin bensin, sama2 dapat mengalami detonasi. tapi detonasi pada mesin diesel sangat sulit dikenali oleh pengguna kendaraan & para mekanik pada umumnya karena image mesin diesel yang berisik, bergetar dan berasap tebal.

      Berdasarkan apa yang saya alami dengan Panther, Kijang Innova Diesel & Fortuner Diesel, saat menggunakan bio solar / solar biasa, tenaga mesin terasa drop, asap makin hitam, suara mesin lebih kasar. Jika diajak berakselerasi dengan gas penuh maka asap akan terlihat hitam & diikuti suara mesin yang kasar. Setelah dilakukan tune up, ganti filter solar dan memakai solar shell / total, maka suara mesin jauh lebih halus, tarikan lebih enak, top speed lebih tinggi.

      Sepengetahuan saya, efek dari balance adalah sebutan halus dari mekanik sebagai dampak atas penggunaan bahan bakar yang dibawah standar pabrikan. seperti pada innova bensin yang jika menggunakan premium akan ada detonasi & akan disebut normal oleh para mekanik bahkan mekanik bengkel resmi.

      Saran saya, jika diisi bio solar / solar biasa sebaiknya dicampur dengan solar shell / sejenisnya dengan komposisi 2 : 10 dan lebih sering melakukan penggantian filter solar agar dampak sulfur di ruang bakar dan saluran gas buang dapat dikurangi. Pencampuran tsb sebaiknya dilakukan secara rutin.

      MUdah2an dapat membantu menjelaskan.

      Regards
      Joseph

      Joseph Setiawan

      November 17, 2011 at 4:53 PM

  3. Automotive – Serba Serbi Mesin Diesel – Kualitas Bahan Bakar VS Teknologi Mesin Joseph Setiawan's Blog I was recommended this website by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my trouble. You’re wonderful! Thanks! your article about Automotive – Serba Serbi Mesin Diesel – Kualitas Bahan Bakar VS Teknologi Mesin Joseph Setiawan's BlogBest Regards Veronica

    Best Android widgets

    February 20, 2012 at 4:02 PM

  4. I got what you impart, thanks for putting up. Woh I am cheerful to pronounce this website finished google. Thanks For Share Automotive – Serba Serbi Mesin Diesel – Kualitas Bahan Bakar VS Teknologi Mesin Joseph Setiawan's Blog.

    invest liberty reserve

    March 6, 2012 at 1:45 AM

  5. I got what you think, thanks for putting up. Woh I am willing to find this website finished google. Thanks For Share Automotive – Serba Serbi Mesin Diesel – Kualitas Bahan Bakar VS Teknologi Mesin Joseph Setiawan's Blog.

    liberty reserve

    March 10, 2012 at 12:34 AM

  6. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

    • saya beli new Hyundai santa fe 2012, yg sdh common rail diesel, kata marketingnya bisa pake biosolar biasa tapi memang lebih bagus jika pake pertaDex, masalahnya didaerah saya (pemalang jateng)
      sulit / tdk ada SPBU yg jual PertaDex, kalo saya isi biosolar biasa gimana ya?

      asahel

      December 15, 2012 at 10:36 PM

      • Setahu saya spek bio solar adl kadar sulfur 500 ppm vs standard max untuk mesin common rail adl 300 ppm. Efek yang tercepat akan dirasakan adalah mampat-nya filter solar dan efek langsung yang akan dirasakan adalah tenaga mesin yang berkurang dan gas buang yang hitam spt bus kota. Jika sudah mampat, maka ada kemungkinan mobil mogok dijalan.
        Solusi tercepat & termudah adalah penggantian filter solar yang lebih cepat (setiap 10 / 15 ribu km vs standard life time adl 300.000 km), berikan injector cleaner secara rutin agar kadar sulfur yang mungkin tertinggal di jalur injeksi / injector dapat dibantu untuk dibersihkan.
        Jangka panjang-nya adl kemungkinan mampatnya catalyst yang ada di saluran gas buang. Jika ini mampat, maka biaya-nya akan lumayan mahal (berkisar antara 5 – 7,5 juta. Atau bisa meminta Hyunday melakukan cara seperti yang dilakukan oleh mitsubishi, yaitu memasang double filter untuk solarnya. Dengan 2x penyaringan diharapkan masalah yang akan timbul bisa berkurang.

        Demikian yang dapat saya informasikan

        Thanks & Regards
        Joseph

        Joseph Setiawan

        December 24, 2012 at 12:13 AM

  7. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  8. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  9. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  10. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  11. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  12. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  13. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  14. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  15. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  16. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  17. ok pak, terimakasih banyak atas infonya, jika Hyundai Santa Fe saya isi dengan Bio Solar yg dicampur Pertadex dg perbandingan 70 % bio solar dan 30 % pertaDex gimana ya?

    asahel

    December 24, 2012 at 10:45 AM

    • Secara sederhana, komposisi hasil pencampuran 2 jenis bahan bakar dapat dihitung :
      Jenis solar Kadar sulfur per liter Komposisi per Liter Hasil Kadar Sulfur Hasil Kadar Sulfur per liter
      Pertadex 300 30 90 440
      Bio Solar 500 70 350

      Shell 50 45 23 298
      Bio Solar 500 55 275

      Kemarin sore baru saja 1 teman saya yang memakai Fortuner mengalami mesin pincang dijalan, asap putih, tidak ada tenaga, suara mesin kasar, indikator engine check nyala.
      Setelah saya datang & cek, ternyata mobil tsb baru dipakai +/- 10.000 km dan selalu memakai bio solar.
      Mobil tsb belum pernah melakukan penggantian filter solar, injector cleaner, dsb krn dianggap masih baru.
      Mesin selalu langsung dimatikan tanpa memberikan jeda waktu minimal 1 – 3 menit setelah dipakai
      Diagnosa saya :
      1. Kerusakan termurah : filter solar & injector mampat
      2. Kerusakan tingkat sedang : kerusakan ringan + catalyst converter mampat tp masih bisa dibersihkan
      3, Kerusakan terparah : kerusakan sedang + perlu penggantian catalyst converter + kerusakan turbo

      Jika kita membeli kendaraan terutama jenis diesel dengan jenis mesin common rail, sebaiknya jika ada pertadex saya lebih menganjurkan memakai pertadex.
      Komposisi bio solar 70, pertadex 30 tidak memberikan dampak yang significant untuk mesin secara jangka panjang.
      Jika memang tetap harus memakai filter solar & ingin aman, sebaiknya setiap 5.000 km rutin dilakukan penggantian filter solar.
      Lalu setiap 20.000 km selalu melakukan injector cleaner.

      Jika belum ada turbo timer, sebaiknya kita disiplin untuk membiarkan mesin dalam putaran idle paling tidak 1 menit agar putaran pada turbo menjadi sama dengan putaran mesin sehingga saat mesin mati maka turbo pun mati. Jika mesin mati & turbo masih berputar, maka turbo berputar tanpa adanya oli sebagai pelumas.

      Semoga penjelasan saya dapat membantu

      Joseph Setiawan

      December 25, 2012 at 9:31 AM

  18. ok pak, kalo bisa saya simpulkan dari 2 pesan Bpk, yg harus dilakukan jika terpaksa harus pake Biosolar adl:
    1. Ganti Filter solar setiap 10.000 km
    2. melakukan injector cleaner setiap 20.000 km
    3. pasang dobel filter solar
    4. sebelum mesin dimatikan biarkan selama 1 menit dulu
    begitu ya pak…? terima kasih atas semua infonya, saya memang bingung krn di daerah saya tidak ada SPBU yg jual pertaDex

    asahel

    December 26, 2012 at 10:12 AM

    • Dear Pak Asahel;

      Sebaiknya seperti itu agar kondisi mesin = turbo terjaga dengan baik sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya perbaikan yang tidak perlu

      Regards
      Joseph

      Joseph Setiawan

      January 2, 2013 at 2:01 AM

  19. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

    • Untuk terios yang dipasarkan di dalam negeri, setahu saya tidak ada

      Sincerely yours;
      Joseph

      Joseph Setiawan

      January 21, 2013 at 12:39 AM

  20. saya mau tanya mobil fortuner saya tida bisa lagi hidup setelah di buang air dari filter solar, apa solusinya pa?

    irawan r asi

    February 26, 2013 at 9:04 AM

  21. saya mau tanya mobil kijang kapsul saya apakah bisa diisi dengan pertamax dex? sebelumnya menggunakan biosolar.
    dan kalau mau di ganti dengan pertamax dex apakah bisa langsung digunakan atau harus dikuras dulu(biosolar yang lama harus dibuang sampai habis) atau filter solarnya harus juga di ganti?

    Mohon ulasannya dan Solusinya.

    Terima Kasih Sebelumnya.

    danygotama88

    March 29, 2013 at 12:49 PM

  22. Biosolar ganti PertaDex ? Ya bisa saja tho pak, dari segi kandungan sulphur, angka Cetane dll kan PertaDex lebih bagus drpd Biosolar. Menurut saya bisa langsung

    asahel

    March 29, 2013 at 1:38 PM

  23. salam.Pa saya mau tanya,saya puya peugeot 806 hdi,bahan bakar yang lebih cocok untuk mesin saya apa sebaik nya,jujur saja kemarin habis ganti turbo seharga 16 juta,dan lain lain jadi 25 juta,gara gara salah bahan bakar,,,apakah lebih baik saya beralih ke shell diesel dan total atau masih bisa di mix dengan bio solar?terimakasih

    taufik

    August 20, 2013 at 6:39 PM

  24. bagai mana cara membersih kan nosel injektor common rail.

    Rudi clut cover

    December 1, 2013 at 9:07 PM

  25. […] josephsetiawan.wordpress.com […]

  26. Yth Pak Joseph Setiawan

    Ada sedikit pertanyaan nih,
    saya baru saja membeli Dmax 2011 sebulan yll, dan ini pertamakali saya memelihara mobil diesel.
    baru saya paham kalau dmax membutuhkan bahan bakar sejenis dex. sebenernya saya memakai pertadex 1,5 tangki, dan baru saja saya ganti ke biosolar sebanyak 2 tangki (krn saya belum mengerti). akhirnya terjadilah bencana, tiba2 mobil lost power dan berasap.
    Saat ini mobil saya nongkrong di bengkel astra karena problem nozzle. Analisis dari teknisi ada 3 buah nozzle yang buntu…. (my God !!) dan mesti harus diganti.
    Nah… utk berikutnya saya akan memakai pertadex.
    Pertanyaan saya,
    1. in case kalau sedang berjalan ke luar kota dan tidak tersedia pertdex atau sejenis, apakah yang harus saya lakukan? mengingat trauma memakai bio solar.
    2. Apakah biosolar plus additive bisa (agak) menggantikan fungsi pertadex?
    3. apakah dmax2011 bisa memakai campuran antara dex dan biosolar? kalau bisa berapa komposisinya?

    terimakasih atas jawaban bapak

    salam

    eddy

    eddy supriyadi

    May 13, 2014 at 9:22 AM

    • saya ingin berbagi sedikit pengalaman, saya pakai Hyundai Santa Fe 2013 CRDI,sejak baru saya selalu pakai biosolar + vitamin yaitu Power & Clean khusus utk mesin CRDI ( bisa di beli di Ace Hardware Rp 82500 ),sewaktu KM 10.000 hyundai memasang double filter solar dan setiap 5000km saya selalu mengganti filter solar ganti2 antara Sub Filter solar ( harga nya cuma Rp 95.000 ) dan next 5000km nya main Filter solar nya ( Rp 395.000 kalau tdk salah ). Alhamdulillah sampai sekarang sudah berjalan 26.700km dan mesin masih aman,tenaga nya jg masih bisa lari max 180 ( di cut off dr pabrik ). jd menurut saya yg penting adalah perawatan yg rutin + vit jika ingin menggunakan biosolar.

      mbah320

      May 30, 2014 at 9:58 PM


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers

%d bloggers like this: