Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Keluhan Daya Tanjakan Daihatsu Granmax-Luxio Serta Solusi Yang Telah Dicoba

with 7 comments

Secara singkat beberapa keluhan mengenai kurang bertenaganya Granmax & Luxio di tanjakan disebabkan beberapa hal :
1. Ratio gear yang dipakai terutama untuk gigi 1 cukup halus.
2. Daya tampung yang cukup besar
3. Daihatsu membuat Luxio untuk kenyamanan keluarga dan efisiensi BBM

Solusi yang telah dilakukan terkait keluhan tsb adalah penggantian gear rasio gardan dan ECU pada Luxio manual kemudian ECU dan ECT pada Luxio matik. Dampak atas perubahan ini adalah daya tanjak yang lebih baik tetapi ada kemungkinan konsumsi bahan bakar yang lebih boros dari standard.

Berikut adalah ulasan dari mobil.otomotifnet.com :

1. Ini enaknya jadi anggota klub, aspirasinya didengarkan produsen. Pengurus MAXXIO (Granmax Luxio Club Indonesia) mengadakan sharing dengan Astra Daihatsu Motor (ADM) di Cilandak, Jaksel. Topiknya, diskusi mengenai kekurangan dan kelebihan produk Daihatsu yaitu Granmax dan Luxio.

Acara ini sebenarnya menindaklanjuti hasil uji performa mobil yang dilakukan Maxxio di desa Cigaretek, Sukabumi beberapa waktu lalu. Pihak ADM langsung menurunkan timnya sendiri ke lokasi uji Maxxio. Mereka melakukan uji yang sama dengan 2 unit Luxio manual dan matik serta Suzuki APV dan Nissan Livina sebagai pembanding.

Tes memakai metoda yang sama dengan yang dilakukan MAXXIO. Hasilnya, mobil bisa menanjak. Tapi dengan catatan, mobil di tanjakan butuh tenaga yang sangat besar. Pedal gas mesti diinjak dalam, mesin meraung keras dan perlu keterampilan mengemudi yang baik karena lokasi yang berbahaya. Ada risiko mobil mundur.

Tapi tenang, pemilik Luxio/Granmax jangan lantas takut melibas tanjakan. MAXXIO punya rekomendasi untuk Anda, agar Granmax dan Luxio leluasa dalam melibas tanjakan, apalagi saat sedang mengajak keluarga adan.

Karena Granmax dan Luxio butuh tenaga bawah yang besar, disarankan mengganti exhaust standar dengan yang lebih besar saluran buangnya. Atau mengganti gear rationya. Karena gear ratio bawaan pabrik hanya 4.875. Dengan body besarnya jadi tidak kuat nanjak dan boros BBM.

2. Membeli Luxio dengan orientasi mobil keluarga. Tak heran ketika kendaraan sudah di garasi rumah, Azis menggunakannya selayaknya mobil keluarga.

“Saya selalu pulang kampung ke Purwokerto dan Solo lewat jalur selatan,” paparnya. Pengalaman mudik pertamanya itulah yang memunculkan kesan Luxio kurang bertenaga. “Di Cipularang saja berat, apalagi di Nagrek,” kenangnya.

Beruntung, suaranya didengar Bengkel Resmi Daihatsu. Meski harus bolak-balik menyampaikan aspirasinya, Luxio Azis mendapatkan penggantian rasio gigi akhir dan ECU pada akhir tahun lalu. “Setelah itu enak, Mas. Tarikannya lebih terasa,” girangnya.

Pengalaman dengan Luxio X 2009 kesayangan rupanya menginspirasi banyak pemilik Luxio lain. Seperti terpantau pada komunitas Maxxio, pengguna Daihatsu Gran Max dan Luxio. Isu mengenai Luxio yang kurang tenaga menjadi menghangat dan jadi topik yang kian ramai dibicarakan.

Tidak hanya dibicarakan, anggota komunitas yang merasakan pengalaman yang sama pun berusaha menyampaikan keluhannya seperti yang dilakukan Azis.

Saking penasaran, 13 anggota komunitas melakukan uji coba pada trek yang sama di Cigaretek, Sukabumi untuk menjajal performa Luxio. “Tanjakannya sekitar 30-40 derajat dan panjang 50 meter,” bilang Yodi Anugraha, humas Maxxio.

Hasil dari uji coba itu, diakui performa Luxio tidak mampu menaklukkan tanjakan yang sama. Keluhan pun dilayangkan ke PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku ATPM Daihatsu di Indonesia dan mendapatkan sambutan.

Diskusi pun dilakukan antara ADM dan Maxxio untuk membahas mengenai performa Luxio yang dirasakan oleh anggota klub, maupun memperhatikan pengguna Luxio lain yang nonmember.

“Kami sudah mengirimkan surat resmi ke ADM berisikan data anggota kami yang mengalami keluhan. Namun sampai saat ini belum mendapatkan respon,” kata Yodi.

Uniknya, meski belum mendapat respon dari ADM, para anggota member tetap melakukan usaha perbaikan kendaraannya ke Bengkel Resmi. Sehingga beberapa anggota sudah berhasil mengalami penggantian komponen.

Menurut Yodi, ada beberapa poin penggantian. “Pertama, rasio gardan dan ECU pada Luxio manual kemudian ECU dan ECT pada Luxio matik,” ujarnya seraya menyebut beberapa perbedaan gardan dan ECU yang dimaksud.

Misalnya rasio gigi akhir yang lebih besar (5,125) dari rasio awal (4,875) agar tarikan lebih ringan. Juga penggantian ECU nomor 89560-B2730 dengan nomor 89560-B2731.

Dari situ, Maxxio menuntut dilakukan recall terhadap Luxio. Terutama unit yang keluar sebelum 2010. Pada populasi itulah keluhan banyak terjadi. “Berbahaya sekali, ini menyangkut nyawa orang. Bayangkan kalau sedang nanjak terus mundur,” seru Yodi.

Menanggapi permintaan recall untuk mengatasi keluhan performa Luxio, Agus Nardianto, Head public relation department domestic marketing division ADM menyebutkan rencana recall itu tidak ada.

“Daihatsu membuat Luxio, pertama untuk kenyamanan keluarga dan efisiensi BBM. Kombinasi itu, hasilnya paling tepat seperti ini,” ujar pria berkacamata ini.

Masih menurut Agus, Luxio sebenarnya mau dibawa ke medan seperti puncak pun tidak masalah. “Kalau ada pengguna yang memerlukan karakter berbeda, memang tidak bisa digeneralisasi,” lanjutnya.

“Recall itu berhubungan dengan faktor safety,” tambah Agus seraya menyebut fenomena Luxio ini sebagai perbedaan kebutuhan karakter.

Karena tidak ada masalah pada fungsinya, maka Luxio tidak akan direcall. “Secara fungsi tidak ada masalah dengan mobilnya. Namun mungkin ada beberapa customer yang agresif,” bilang Anjar Rosjadi, Technical warranty dept head ADM.

Kembali ke kebutuhan karakter, pengguna seperti Azis yang perlu karakter berbeda dari Luxio bisa menyampaikan ke Bengkel Resmi. Proses komplain akan diterima dan dianalisa, baru ditawarkan solusinya.

“Kalau ada ubahan, akan dijelaskan konsekuensinya. Misalnya kalau ganti rasio gigi akhir dan ECU, bisa saja konsumsi jadi boros. Kalau customer setuju, baru dilakukan ubahan,” beber Anjar seraya menyebut tidak semua pengguna Luxio merasakan karakter itu sebagai kekurangan.

Diakuinya, Luxio memang mengalami perkembangan. “Sejak November 2009, terjadi perkembangan pada Luxio. Yaitu rasio gigi akhir pada tipe manual dan otomatis sama,” bukanya.

Hal inilah yang menyebabkan perbedaan karakter Luxio manual sebelum dan setelah 2010. Pengguna Luxio awal mungkin merasakan tarikan lebih halus dan konsumsi bensin irit.

Namun kalau merasa kurang puas dengan performa Luxio kesayangan yang didapat sebelum terjadi perkembangan, ADM tetap membuka lebar kesempatan dialog. “Intinya, kami terbuka untuk setiap masukan,” bilang Agus. Kalau Anda pilih yang mana?

Sumber:
mobil.otomotifnet.com
Penulis : Nawita, Yodi | Teks Editor : Bagja | Foto : Daihatsu
Senin, 23 Mei 2011 17:08 WIB
Tips Performance
Tes Tanjakan Daihatsu Granmax-Luxio, Solusi Agar Jago Nanjak!

mobil.otomotifnet.com
Penulis : Manut | Teks Editor : Bagja | Foto : Reza
Selasa, 07 Juni 2011 10:04 WIB
Tips Daihatsu Luxio
Improvement Daihatsu Luxio, Seputar Gardan dan ECU

Written by Joseph Setiawan

September 12, 2011 at 10:53 PM

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  2. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  3. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  4. [...] josephsetiawan.wordpress.com [...]

  5. kalau untuk terios yg ga kuat nanjak, bagamana?

    janurage

    April 14, 2013 at 2:03 AM

  6. Mantabz..lg pengin meminang Luxio

    tas kertas

    March 11, 2014 at 12:37 AM


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 35 other followers

%d bloggers like this: