Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Cara Pasang Bohlam Lampu Mobil

leave a comment »

Mengganti bohlam lampu utama mobil dengan spesifikasi yang lebih mumpuni, seperti bohlam halogen, maupun HID tidak boleh dilakukan secara sembarangan. “Bohlam lampu HID memiliki harga yang tidak murah, dan spesifikasinya juga cukup beragam. Maka perlu treatment khusus dan tidak boleh asal pasang,” buka Kelvin Aliwarga, pemilik workshop Delapan Satu spesialis HID, di bilangan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

“Penggantian bohlam lampu harus sesuai spesifikasi standarnya, maksudnya jika standarnya memiliki spek H4, maka bohlam penggantinya juga harus yang H4,” ujar Kelvin. Terlebih untuk replacement bohlam standar dengan bohlam HID yang memiliki spesifikasi lebih terang, maka pemasangan harus sesuai dengan dudukannya, dan harus presisi. Karena banyak pemilik mobil yang memaksakan pemasangan bohlam HID tetapi tidak sesuai dudukannya.

“Misal bohlam standarnya H1, tetapi pemilik mobil justru memasang bohlam H7. Meskipun dudukannya mirip, namun karena spesifikasinya tidak sesuai sehingga titik fokus lampu jadi meleset,” beber Kelvin. Walaupun nyala lampu tetap terlihat terang, namun karena nyala lampu tidak fokus maka padangan pengemudi dimalam hari jadi tidak lelusa. “Titik antara gelap dan terang menjadi tidak jelas, bagian yang seharusnya terang justru jadi gelap, begitupun sebaliknya” ungkap pria enerjik ini.

Dalam hal pemasangan juga menjadi faktor yang krusial, walaupun spesifikasi lampu sudah sesuai. “Pemasangannya meleset sedikit saja, fokus cahaya lampu bisa berantakan, maka pemasangan bohlam harus presisi,” ujar Dedi, dari Autovision. Untuk beberapa mobil terutama yang berukuran kompak, penggantian bohlam harus dengan melepas batok lampu, karena posisi lubang lampu yang sulit dijangkau. “Sebaiknya untuk penggantian bohlam lampu HID diserahkan pada workshop yang khusus menangani lampu HID,” lanjut Kelvin.

Umumnya, mobil keluaran terkini menggunakan konstruksi bohlam dengan kode H1, H3, H4, H7 dan H11. secara garis besar, bisa digolongkan menjadi dua kategori, H1, H3, H7 atau H4. untuk bohlam H1, H3, H7, memiliki dimensi lebih kecil dan hanya bisa untuk satu setelan sorot lampu (hanya low beam). Sementara untuk tipe H4 memiliki dimensi lebih besar lantaran memiliki dua setelan sorot lampu (low beam dan high beam).

Sehingga, saat pemilihan hingga pemasangan jangan sampai tertukar, karena selain dudukannya tak akan pas, beberapa ulah mekanik nakal yang menukar konstruksi lampu bisa membuat konstruksi lampu tak rigid dan beresiko membuat reflektor terbakar.

Memasang bohlam lampu mobil sebaiknya diserahkan pada ahlinya. Namun pada keadaan darurat, seperti bohlam lampu mati saat perjalanan, bisa dilakukan penggantian sendiri. “Yang terpenting jangan menyentuh tabung bohlam, baik halogen maupun HID,” saran Kelvin.

Karena tabung bohlam yang terkena noda, memiliki sebaran panas yang tidak merata. Efeknya bohlam jadi mudah retak dan pecah sehingga umur lampu jadi pendek, atau bisa menyebabkan reflektor lampu meleleh.

Triknya, pegang bohlam pada pangkalnya berupa dudukan karet atau logam, dan jangan sekalipun menyentuh tabung kaca. Setelah dibuka dari bungkusnya, sebaiknya bohlam segera dipasang untuk menghindari terkena noda kotoran.

Sumber:
mobil.otomotifnet.com
Penulis : Aries Aditya, Pratomo FJ, Eko Purboyo | Editor : Bagja | Foto : Arthamiya

Written by Joseph Setiawan

September 3, 2011 at 7:33 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: