Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Cara Mudah Memasang Rem Cakram di Roda Belakang Motor Sport

leave a comment »

Seorang teman pemilik motor sport Yamaha V-Ixion, mengaku ingin mengganti rem belakang yang saat ini masih teromol dengan rem cakram. Memang, tak ada yang salah dengan rem teromol itu.

“Rem teromol itu terbukti cukup mumpuni. Penggantian itu hanya untuk menunjang penampilan agar lebih sporty,” kata dia saat bertemu di acara lintas komunitas pemilik motor di Serpong, Ahad, 9 Oktober lalu.

Hanya, ia masih ragu karena informasi yang dia terima selama ini menyebut, penggunaan rem cakram di roda belakang tidak aman. Selain itu, proses pemasangannya juga sulit.

“Anggapan itu tidak selamanya benar, sepanjang menggunakan kaidah pengeraman yang benar,” tutur Murdifi, mekanik Jaya Sakti Motor, Jatinegara Timur, Jakarta Timur, Senin, 10 Oktober 2011.

Menurutnya, rem cakram itu akan tetap aman manakala penggunaanya juga mengikuti kaidah proses pengereman yang benar. Tak hanya itu. Proses pemasangannya juga mudah dan murah. “Biayanya sekitar Rp 800 – 900 ribu, dengan menggunakan part after market. Pemasangan ini untuk semua motor sport yang masih menggunakan tromol,” terang dia.

Lantas bagaimana proses pemasangannya? Berikut penjelasan Murdifi :

1. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat dudukan untuk master rem di pijakan kaki atau footstep. Gunakan pelat besi yang memiliki ketebalan 8 – 10 milimeter (mm).

2. Setelah itu, potong bagian ujung tuas rem dan kemudian sambung ulang. Hal itu dimaksudkan agar posisi ujung tuas rem itu lebih panjang atau mundur dibanding sebelumnya.

3. Usai menyelesaikan penyambungan tuas rem, langkah selanjutnya adalah membuat dudukan cakram. Peranti itu diletakkan di gir. “Caranya lepas roda dan bongkar gir,” kata Murdifi. Kemudian buatlah lubang untuk memasang baut pengikat dudukan cakram tersebut. Untuk membuat lubang baut itu caranya mudah.

Setelah itu gunakan bor untuk membuat titik lubang baut di balik gir. Ukuran lubang itu sesuai dengan besaran baut yang digunakan. Setelah proses pembuatan lubang baut itu selesai, langkah selanjutnya adalah memasang cakram.

4. Proses selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membuat dudukan kaliper sekaligus bos as roda dengan menggunakan pelat besi yang memiliki ketebalan 10 mm. Setelah itu, proses pemasangan pun selesai. “Namun, sebelum membuat dudukan tersebut, roda harus terlebih dahulu dipasang,” ujar Murdifi.

Semoga bermanfaat…

Sumber :
ARIF ARIANTO
Senin, 10 Oktober 2011
TEMPO Interaktif

Written by Joseph Setiawan

October 19, 2011 at 11:23 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: