Joseph Setiawan's Blog

Sharing About Automotive, Traveling, Business Opportunity & etc

Automotive – Cara Membaca Kode Ban

with one comment

Ban mobil dan sepeda motor mempunyai ‘bahasa’ sendiri untuk berkomunikasi dengan penggunanya. Agar tak keliru menafsirkannya, pahami kode-kode serta tanda yang tertera pada ban.

Untuk menunjukkan data-data spesifikasi, merek, dan tipe, ban menggunakan serangkaian kode angka dan huruf. Kode-kode ini disusun dalam sebuah formula yang universal dan sudah disepakati oleh semua produsen ban di seluruh dunia.

Sebagai contoh GT RADIAL CHAMPIRO HPY 225/45 ZR17 94V. Apa saja arti kode-kode itu, berikut penjelasannya.

GT RADIAL: Bagian depan umumnya menyebutkan nama dari produsen ban.

CHAMPIRO HPY: Merupakan tipe dari ban itu. CHAMPIRO HPY ban berperforma tinggi yang diproduksi PT Gajah Tunggal.

225: Tiga angka di depan (225) menunjukan lebar ban (tire width) dalam milimeter (mm) yang diukur dari titik paling luar (outer) sidewall (dinding) ke inner sidewall.

45: Dua angka yang selalu diletakkan setelah angka lebar ban ini menunjukkan sidewall
aspect ratio atau disebut juga tire profile. Kode ini menunjukan persentase tinggi sidewall ban terhadap lebar ban. Prinsipnya, semakin tinggi angka aspect ratio, semakin tinggi sidewall-nya. Lebih jelasnya, simak contoh ini. Kalau ukuran ban GT RADIAL CHAMPIRO HPY ditulis 225/45 berarti tinggi sidewall-nya 45% dari 225 mm atau setara dengan 101,25 mm. Hasil ini diperoleh dengan mengalikan 225 mm dengan 45%.

Z: Simbol speed rating yang menandakan ban ini bisa dipacu hingga kecepatan di atas 240 km/jam.

R: Huruf setelah kode lebar ban/aspect ratio ini menunjukan konstruksi internal ban. Kode “R” di ban GT RADIAL CHAMPIRO HPY menunjukkan konstruksi ban itu adalah radial.

17: Angka ini menunjukkan diameter dari ban. Kode angka 17 berarti ban berdiameter 17 inci, 16 sama dengan 16 inci dan seterusnya.

94: Ini merupakan kode load index atau kemampuan ban dalam menopang beban. Rumusnya, semakin tinggi load index, maka semakin tinggi kemampuan menerima beban. Besarnya beban diketahui dari tabel konversi load index. Nah, di ban ini angka 94 berarti ban bisa menahan beban maksimal 670 kg.

Y: Ini simbol speed rating yang menunjukan batas kecepatan maksimum yang bisa di-handle oleh ban. Huruf “Y” berarti ban bisa dipacu hingga maksimal 300 km/jam. [dp]

Sumber:
Memahami Kode di Ban Mobil
Posted by Wahyu Lazuwardi on December 18, 2010
© 2010 – 2011, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.

Written by Joseph Setiawan

September 15, 2011 at 6:38 AM

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ma’af, “Speed Ratio” adalah 10Km/alphabhet.
    Misal: A: 10Km, B: 20Km, C: 30Km dst.

    Tambahan:
    TILT: segi tiga kecil di sisi luar ban, di tapak ban sejajar dengan TILT tersebut terdapat sebuah gundukan kecil di “parit-parit” di antara “kembang-kembang” ban. Ban masih diijinkan dipakai jika ketebalan “kembang” ban masih lebih tinggi dari TILT tersebut (kecuali ada cacat yang lain, maka ban wajib diganti. Misal: robek). Jika ketinggiannya sama, ban wajib diganti.

    Kode produksi ban:
    Pada ban tertera empat digit nomor yang tercetak secara relief cekung (tok) dan lebih kecil.
    Dua angka pertama menunjukkan minggu dan dua digit terakhir menunjukkan tahun.
    Misal tertera “1211″, berarti ban tersebut diproduksi pada minggu keduabelas pada tahun dua ribu sebelas.

    Ayang

    January 20, 2012 at 8:17 PM


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: